Yayasan Pecat Kepsek SMA Swasta di Kisaran yang Adukan Guru Tak Pernah Terima THR

MITRAKITANEWS.COM | Asahan – Azwar, kepala sekolah (kepsek) Sekolah Menengah Atas (SMA) Swasta Diponegoro Kisaran, yang memperjuangkan tunjangan hari raya (THR) keagamaan bagi guru-guru di sekolahnya akhirnya dipecat secara sepihak oleh yayasan.

Azwar dipecat sehari setelah aduannya diterima oleh Komisi D, di DPRD Asahan dan difasilitasi rapat dengar pendapat bersama dengan yayasan serta Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Asahan.

“Iya benar kemarin itu (dipecat) sudah keluar suratnya,” kata Azwar saat dihubungi wartawan melalui sambungan telepon, Sabtu (19/6/2021).

Baca juga:
Gubernur Edy Rahmayadi Wacanakan Lelang Jabatan Kepala Sekolah

Ditanya pemberhentiannya sebagai kepala sekolah di SMA Swasta yang berlokasi di Jalan Diponegoro Kisaran itu, karena aduannya soal hak THR guru Azwar turut membenarkan.

“Iya karena persoalan itu lah,” ucapnya.

Sebelumnya, Azwar seorang diri melakukan perlawanan kepada Yayasan di sekolahnya karena dirinya selama puluhan tahun mengajar tidak pernah mendapatkan tunjuangan hari raya keagamaan. Termasuk semua guru mulai dari TK hingga SMA yang dikelola oleh Yayasan tersebut.

“Ada puluhan guru yang mengajar di sana mulai dari TK hingga SMA kondisinya sama. Mau sampai kapan nasib guru-guru disana seperti ini. Bertahun tahun tidak ada kompensasi tunjangan hari raya keagamaan di sekolah itu. Pernah ada tiga tahun lalu tapi tak berupa uang, itu sirup dua botol sama roti kaleng,” kata Azwar.

Permalasahan tersebut menurutnya sudah ia sampaikan melalui surat ke Yayasan namun tak direspon. Begitu juga Disnaker Asahan yang mengupayakan penyelesaian persuasif juga tidak membuahkan hasil.

Jalan sunyi perjuangan Azwar seorang diri memperjuangkan hak THR guru di sekolahnya kemudian terdengar hingga Komisi D yang membidangi masalah Ketenagakerjaan di DPRD Asahan.

Ketua Komisi D, Ilham Sarjana langsung memanggil para pihak dan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang saat itu dihadiri oleh Sutardin selaku sekretaris Yayasan Perguruan Diponegoro.

“Memang Yayasan tidak ada istilah THR (ke guru). Apalagi sekarang kondisi yayasan sudah tidak makmur,” kata Sutardin.

Baca juga:
Kepsek SMA Swasta di Asahan Sendirian Perjuangkan THR Guru Melawan Yayasan

Guru Honor Segera Lakukan Pencairan BLT Sebelum 30 Juni

10 SMA Swasta Terbaik di Indonesia, Peringkat 1 Ada di Sumut

Yayasan tetap tidak akan memberikan THR kepada guru di sekolahnya, karena beberapa guru di sana sebagian tidak merasa keberatan terkait tak adanya tunjangan tersebut.(Perdana)

Baca juga:
Terkenal Angker, Ternyata Ini Fakta Sebenarnya Rumah Kosong Jalan Kamboja Kisaran

Sakit Hati Jadi Motif Anak Bunuh Ayah Kandung di Air Joman, Asahan

Dua OKP Berseragam Loreng Perang Batu di Deli Serdang

Berita Terkait
error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: