Yayasan Diponegoro Kisaran Ungkap Alasan Berhentikan Kepsek SMA Usai Adukan THR

MITRAKITANEWS.COM, Asahan – Yayasan Perguruan Diponegoro Kisaran mengungkap alasan mengapa pihaknya memberhentikan Azwar dari jabatannya sebagai kepala sekolah SMA di tengah persoalan THR yang disuarakannya hingga ke DPRD Asahan.

Melalui konsultan hukum Yayasan Diponegoro Kisaran, Leo Napitupulu mengatakan pihaknya merasa keberatan jika yayasan disebut memecat Azwar dan dikaitkan dengan persoalan hak THR para guru yang disuarakan Azwar.

“Kalau dipecat tidak pas, sebenarnya tahun lalu (Azwar) juga mau diakhiri masa jabatannya. Karena masalah Corona ini jadi yayasan ada pertimbangan untuk tidak memberhentikannya, jadi bukan karena buat pengaduan lalu diberhentikan. Tapi yang bersangkutan sudah memang berakhir masa pekerjaannya dan jabatannya,” kata Leo, di tengah pertemuan pihaknya dengan komisi B DPRD Asahan, Dinas Ketenagakerjaan, guru dan sejumlah pihak terkait di gedung sekolah setempat, Senin (21/6/2021).

Pihaknya justru menilai, mengapa Azwar baru mempersoalkan masalah di penghujung masa tugasnya. “Padahal sudah puluhan tahun beliau ini jadi kepsek disini,” kata dia.

Baca juga:
Kepsek SMA Swasta di Asahan Sendirian Perjuangkan THR Guru Melawan Yayasan

Sementara itu, Azwar membantah pihaknya baru menyuarakan persoalan tersebut di akhir tugasnya di sekolah tersebut.

“Sudah lama ini persoalan ini saya surati dari pada yayasan beberapa tahun lalu, namun tidak juga mendapatkan respon,” kata dia.

Baca juga:
Yayasan Pecat Kepsek SMA Swasta di Kisaran yang Adukan Guru Tak Pernah Terima THR

Dalam kesempatan itu Komisi D menggelar pertemuan bersama guru, Yayasan dan mengundang pihak terkait seperti Dinas Ketenagakerjaan untuk mendengarkan jawaban langsung ketidakmampuan Yayasan membayarkan THR kepada para guru disana. (Per/Edt01)

Baca juga:
10 SMA Swasta Terbaik di Indonesia, Peringkat 1 Ada di Sumut

Berita Terkait
error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: