Warga Dusun IV Desa Kota Galuh Tak Keberatan Tanah yang Mereka Tempati Diukur

MITRAKITANEWS | Sergai .  Warga Dusun IV Desa Kota Galuh, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, menyatakan sama sekali tidak merasa keberatan atas pengukuran di atas tanah yang mereka tempati pada Minggu (6/6/2021) lalu.

Hal itu, dikemukakan warga bersama dengan Kepala Dusun dan tokoh masyarakat setempat serta menyanggah isi pemberitaan di salah satu media cetak yang menyebut warga desa Kota Galuh resah karena lahan yang ditempati diukur secara tiba – tiba.

“Kami tidak merasa resah dan keberatan atas pengukuran tanah yang ditempati ratusan tahun ini. Bahkan sebalinya kami ucapan terima kasih kepada pihak yang telah menjembatani proses penyelesaian atas status tanah kami yang kami tempati ini” ucap Riduanto (37), warga dusun IV Desa Kota Galuh memberikan keterangan kepada wartawan, Sabtu (12/6/2021).

Dikatakannya, masyarakat di Dusun IV Desa Kota Galuh ada sekitar 100 Kepala Keluarga (KK), dan hampir 80 persen mendukung lahan tanah miliknya diukur guna mendapatkan status tanah atas tanah yang mereka diami turun temurun.

Senada dikatakan pula oleh tokoh masyarakat dusun tersebut, Aeng Dumbo. Ia mengucapkan terimakasih kepada pihak yang mengupayakan serta menjembatani penyelesaian kasus tanah tersebut dimulai dari pengukuran.

Sementara itu, Kepala Dusun 4 Martono Andi mengatakan bahwa pihaknya sempat beranggapan jika pengukuran tersebut tidak memiliki dasar dan belum mengetahui kemana arah pengukurannya.

“Setelah di  musyawarahkan dan masing masing sudah membuka dasar pengukuran tadi seperti apa, tujuan kemana dan yang kami terima saat ini adalah tujuannya baik dan tidak dipungut biaya apapun, pada saat itu saya khawatir adanya pengutipan biaya pengukuran namun sampai hari ini tidak ada di pungut biaya” ucap Martono.

Ia menginginkan dalam pengukuran lahan itu harus ada saranya agar tidak menjadi kendala dikemudian hari.

BACA JUGA
1 dari 2

Sementara itu, Yayasan Keluarga Wakaf Darwinsyah diketuai H Tengku Zafrul Bahar (Tengku Ong) melalui kuasa hukumnya Rustam Efendi SH, CPCLE didampingi Tardas Zulfadli Simamora SH mengatakan pihak yayasan sudah mengambil inisiatif agar wakaf ini terus berjalan ataukah akan dialihkan ketempat yang lain ataukah bagaimana terbaiknya.

” Kami mewakili keluarga ahli waris menawarkan solusi yang terbaik, bagaimana kita menyelesaikan permasalahkan sudah yang hampir ratusan tahun artinya kami tidak terlalu melebar luaskan permasalahan ini, bagaimana kita bisa duduk bersama untuk mencari jalan terbaiknya” ucap Rustam Efendi.

Pihak yayasan sendiri, menginginkan melalui pengukuran beberapa waktu lalu tersebut dapat dicapai jalan keluar terbaik  setelah adanya diskusi antara kami dari pihak kuasa hukum ahli waris dengan masyarakat.

“Pada saat itu kami datang kesini bukan untuk berperang ataupun ribut seperti sebelum belumnya, namun kita cari apa yang menjadi solusi supaya jelas antara kedua pihak antara ahli waris dengan warga sekitar yang tinggal disini tidak dirugikan,”tambah kuasa hukum ahli waris, Tardas Zulfadli Simamora SH

 

Menurutnya, alas hak di desa Kota Galuh ini terutama Dusun 4 harus diperjelas, dan mendiskusikan hal itu ke pemerintah dengan adanya niat baik guna membantu supaya hak kejelasaan alas hak di Kota Galuh ini supaya jelas dan bagaimana kita lakukan.

 

” Jika misalnya ada yang resah atau oknum yang resah saya rasa kami dari kuasa hukum ahli waris pihak yayasan tidak ada perlu yang diresahkan disini kita untuk mencari apa yang terbaik kedua belah pihak” pungkasnya. (Ardianto )

Berita Terkait
error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: