Vonis Mati Pangeran Senior Arab Karena Berkhianat ke Raja Salman

MITRAKITANEWS.COM – Pangeran senior Arab Saudi, Fahd bin Turki bin Abdulaziz akhirnya dijatuhi vonis mati oleh Pengadilan Militer Arab Saudi. Dia dituduh melakukan pengkhianatan dengan mencoba mengudeta Raja Salman bin Abadulaziz al-Saud dan Putra Mahkota Mohammad bin Salman (MBS).

Vonis mati itu diungkap salah satu kerabatnya yang berbicara yang namanya tak disebutkan kepada Institute for Gulf Affairs (IGA) yang berbasis di Washington, DC. Tak diketahui kapan vonis mati dijatuhkan, namun laporan IGA diterbitkan 27 Juni 2021.

Pangeran Fahd adalah keponakan Raja Salman. Ia ditangkap pada bulan September atas tuduhan korupsi bersama dengan putranya, Pangeran AbdulAziz yang merupakan wakil gubernur wilayah AlJouf.

Fahd bin Turki yang bergabung dengan militer Arab Saudi pada tahun 1983, menerima pelatihan operasi khusus di Amerika
Serikat (AS) dan Inggris, dan dipromosikan mendapat pangkat letnan jenderal sebelum dipindahkan dan ditangkap tahun lalu.

Dalam masalah terkait, IGA memperoleh lusinan dokumen rahasia Arab Saudi yang merinci transfer lebih dari 100 plot perumahan di Riyadh kepada empat anak Pangeran Fahd bin Turki.

Dokumen yang bocor dari Kementerian Kehakiman Arab Saudi menunjukkan bahwa hampir satu kilometer persegi tanah diberikan kepada empat anak Fahd din Turki pada tahun 2014 pada masa pemerintahan kakek mereka; Raja Abdullah bin Abdulaziz al-Saud.

IGA dalam laporannya berjanji akan mengeluarkan laporan khusus mengenai hal tersebut.

Isti Pangeran Fahd adalah Putri Abeer binti Abdullah. Dia adalah putri almarhum Raja Abdullah, yang telah diasingkan ke Skotlandia sebelum penangkapan suami dan putranya tahun lalu dikutip dari sindonews.

Dia, kata sumber di Saudi, mengendalikan miliaran dolar di berbagai kepemilikan di seluruh dunia. Sumber itu menambahkan bahwa hukuman mati adalah upaya untuk merebut kembali uangnya. (Edt01)

Berita Terkait
error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: