Tujuh Pernyataan Sikap DPP IMM Terhadap Aksi Terorisme Di Surabaya

MITRAKITANEWS.COM,Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah mengeluarkan pernyataan sikap terkaiti aksi terorisme di Mako Brimob. Kemudian disusul ledakan bom di tiga Gereja yang ada di Surabaya, dan yang terbaru ledakan Bom di Polrestabes Surabaya ,Senin (14/5/2018).

Dalam pernyatan Sikapnya  Ketua Umum DPP. IMM Ali Muthohirin menegaskan, Islam adalah agama yang ramah, mencintai kedamaian mengajarkan kasih sayang, dan itu menjadi semangat gerakan IMM dalam mengemban amanah kemanusian.

“Terorisme adalah musuh Indonesia, mengkhianati Pancasila, merusak sendi keislaman,” tulisnya dalam pernyataan sikap yang diterima MitrakitaNEWS ,Senin (14/5/2018).

Maka terkait peristiwa biadab yang telah menghilangkan nyawa manusia dengan sengaja, Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah bersikap.

Pertama, Mengucapkan bela sungkawa yang sebesar-besarnya kepada keluarga korban, semoga seluruh korban mendapatkan tempat terbaik di akhirat.

Kedua, Mengutuk keras tindakan biadab pengeboman yang terjadi di Surabaya apapun dalihnya, karena tindakan terorisme adalah musuh nyata bagi Indonesia.

Ketiga, Mendesak kepada Menkopolhukam, Kapolri dan BIN bekerja cepat menuntaskan peristiwa ini sampai ke akar-akarnya dan mengumumkan motif pelaku tanpa menyudutkan agama tertentu karena ini adalah kejahatan kemanusiaan yang menjadi musuh bersama semua agama dan sudah mengkhianati sukma bangsa.

Keempat, Mengajak semua elemen masyarakat untuk menciptakan ketenangan tanpa harus saling menyudutkan antar agama dan kelompok, bersama-sama, berpegang erat melawan tindakan yang bisa membahayakan keutuhan bangsa serta menjaga keamanan serta tidak mudah terprovokasi dan diadu domba.

Kelima, Mendesak kepada Pemerintah dan pemuka agama untuk segera mencari solusi terkait maraknya kekerasan yg menggunakan simbol agama sehingga tercipta rasa aman di masyarakat.

Keenam Menyeruh kepada elit kekuasaan, elit parpol tidak menjadikan tragedi kemanusiaan ini sebagai alat politik serta menjadikannnya sebagai polemik, karena itu akan melukai rasa kemanusiaan.

Ketujuh, Mengintruksikan kepada seluruh Dewan Pimpinan Daerah, Pimpinan Cabang dan Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah di semua level untuk membangun Komunikasi dengan aparat dan pemuka agama demi menjaga kedamaian di masyarakat dan mencegah terulangnya teror. (TIM)

Berita Terkait
error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: