Penerimaan Sumut dari Pajak Kendaraan Baru 45 persen

MitrakitaNEWS | Medan – Penerimaan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dari sektor pajak kendaraan, baru mencapai 45 persen, meningkat 5 persen dari sebelumnya.Kendati meningkat dari tahun sebelumnya, angka tersebut masih jauh dari harapan.

Oleh sebab itu, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi mengimbau masyarakat untuk taat membayar pajak kendaraannya.

Sebab, potensi pendapatan Pemprov Sumut dari sektor pajak kendaraan belum maksimal. Padahal pajak, kata Gubernur, adalah modal pembangunan.

Edy mengatakan, untuk tahun ini realisasi penerimaan pajak kendaraan mencapai 45 persen dari jumlah kendaraan yang masuk.

Peningkatan realisasi pendapatan dari sektor ini merangkak pelan. Pada tahun 2019-2020 penerimaan dari sektor ini sebesar 40 persen dan pada tahun 2018-2019 hanya 32 persen.

Dengan rendahnya penerimaan dari sektor pajak, tentu kerugian. Setiap tahun, kata Edy, ada 2000 kendaraan yang masuk ke Sumut

“Pajaknya hanya ada 150an kendaraan kan berarti ada yang salah. Ini yang harus kita kerjakan,” ujar Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, Rabu (27/10/2021).

Lebih lanjut mantan Pangkostrad ini menjelaskan, ketaatan masyarakat membayar pajak kendaraannya menjadi modal penting pembangunan.

Dengan kemudahan yang diberikan pemerintah untuk pembayaran pajak, maka selayaknya sektor ini memberikan kontribusi signifikan kepada pemerintah.

“Mudah-mudahan saya berharap 70 persen di 2022. Kalau bisa 70 persen, kita tinggal kejar yang 30 persen,” jelasnya dengan nada berharap.

Meski tren peningkatan realiasasi penerimaan pajak kendaraan masih jauh dari harapan, seperti tiga tahun terakhir, namun Edy tetap optimis ini bisa ditingkatkan.

“Bohong itu tidak bisa. Satu, ketaatan masyarakat dan kemudahan di dalam membayar pajak. Kalau dua ini bersambut dengan baik, pajak ini kan cikal bakal pembangunan,” imbuh eks Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) I/Bukit Barisan ini.

Sebelumnya, guna meningkatkan realisasi pendapatan dari pajak kendaraan, Pemprov Sumut mulai tanggal 25 Oktober 2021-23 Desember 2021 menggelar Program Relaksasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). (rks)

Berita Terkait
error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: