Serikat Buruh di Kabupaten Toba Minta Bupati Dukung PT TPL

MITRAKITANEWS.COM | Toba – Enam serikat pekerja buruh di Kabupaten Toba mendatangi kantor Bupati terkait maraknya isu yang berkembang di masyarakat soal PT Toba Pulp Lestari (TPL) yang disebut akan tutup sebagaimana permintaan warga desa setempat.

“Kehadiran kami menemui Bupati guna meminta tindak lanjut aspirasi kami para buruh PT.TPL melalui organisasi serikat buruh terkait adanya permaslahan antara PT.TPL dengan warga desa Natumikka beberapa waktu lalu,” kata Berlin selaku ketua aliansi Buruh.

Pihak buruh juga mengatakan, jika ada ditemukan kesalahan pelanggaran oleh perusahaan ataupun karyawan hendaknya ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku dan tak berdampak pada operasional perusahaan yang mengganggu nasib para buruh menggantungkan hidupnya di sana.

Senada, Ketua PK KSBSI PT.TPL, Pangeran Marpaung yang juga mewakili enam serikat organisasi buruh tersebut berharap Pemerintah Kabupaten Toba menyikapi maraknya informasi dan provokasi dari sekelompok orang yang meminta pemerintah untuk mencabut izin serta menutup industri PT.TPL pasca terjadinya kisruh di sektor Habinsaran dengan masyarakat Natumikka.

“Kami menolak segala upaya yang dilakukan oleh sekelompok orang yang menginginkan penutupan industri tanpa didasari adanya pembuktian pelanggaran hukum, menolak tuduhan PT.TPL/pekerja/buruh PT.TPL melakukan penganiayaan terhadap masyarakat Natumikka, ini ungkapan sebagai bagian dari Bangso Batak,”ujar Pangeran.
Pihaknya juga menolak segala upaya yang memprovokasi masyarakat dan menginginkan adanya kisruh di Kawasan Danau Toba (KDT).

Sementara itu, Sekretaris PK SBSI 92 PT.TPL,Tbk Marcopolo Manik menambahkan, kepada sekelompok orang yang menamakan diri Bangso Batak yang menggiring opini untuk menutup PT TPL hendaknya juga turut memikirkan nasib buruh bangso Batak yang bekerja di PT.TPL itu.
“Penegak hukum agar secepatnya menindak lanjuti hal ini supaya opini ini tidak berkembang liar terus dan menjadi opini buruk di masyarakat. Opini Tutup TPL ini oleh pemerintah dan aparat terkait bisa secepatnya diselesaikan karena hal ini menyangkut hidup orang banyak dan kenyamanan investor dalam upaya menanamkan modalnya secara Nasional,” tegas Marcopolo.

Bupati Toba Poltak Sitorus kepada wartawan menyampaikan, terkait aspirasi yang disampaikan 6 serikat Buruh/serikat Pekerja Se Kabupaten Toba mengaku akan tetap komit melindungi seluruh masyarakatnya dari berbagai kalangan.
“Terkait persoalan yang dihadapi oleh para Buruh/Pekerja TPL dengan isu isu yang mengatakan tutup TPL, pemerintah Kabupaten harus objektif dalam bersikap dan menilai berbagai persolan yang timbul di masyarakat. Kita tidak boleh memikirkan satu bahagian saja dengan melepas bahagian yang lain karena semua adalah rakyat kita juga,” ungkap Poltak.
Ia menambahkan PT.TPL jika ditutup akan membuat persoalan baru dan segala permasalahan yang timbul saat ini akan di musyawarahkan secara bersama dan diselesaikan sesuai aturan hukum dan Undang Undang.

“Hadirnya sebuah perusahaan di satu daerah dengan tujuan dan harapan harus bisa membuat masyarakat beruntung, demikian juga perusahaan bisa membuat pemerintah beruntung serta Perusahaan itu sendiri haruslah beruntung tentunya dengan mentaati regulasi peraturan yang telah ditetapkan,” tegas Bupati. (TH)

Berita Terkait
error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: