Rekonstruksi Kasus Tewasnya Bos Pelayaran di Kelapa Gading

MITRAKITANEWS.COM, Jakarta – Siang ini Polda Metro Jaya menggelar rekonstruksi kasus tewas nya Sugianto (51) seorang Pengusaha Pelayaran, Selasa (25/8/2020).

Pembunuhan terjadi di depan Ruko Royal Gading Square, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada (13/8/) lalu.

Terdapat 12 orang tersangka yang berhasil diamankan aparat kepolisian. Pembunuhan tersebut rupanya di dalangi oleh karyawan Korban itu sendiri bernama Nur Latifah (34).

Rekonstruksi dilakukan sebanyak 44 adegan di tempat yang berbeda, tahapan pertama dilakukan sebanyak 36 adegan di Halaman Resmob Polda Metro Jaya yang terkait dengan perencanaan pembunuhan.

Saat itu tersangka NL melakukan beberapa pertemuan dengan tersangka lainnya untuk merencanakan aksinya.

“36 adegan terkait pembunuhan berencana dengan 10 orang tersangka yang dibagi jadi 3 tahapan. Peran pertama perencana NL dan RM. Peran kedua tim supporting yang ikut rapat dan membawa logistik. Dan ketiga adalah eksekutor, yakni DK sebagai penembak dan SR sebagai Joki.” kata Wadirkrimum Polda Metro Jaya AKBP Calvin Simanjuntak.

Proses perencanaan dilakukan 5 kali pertemuan, pada saat itu tersangka NL belum menemukan cara eksekusi dan juga siapa eksekutor nya.

BACA JUGA
1 dari 2

Rencana pertama dilakukan para tersangka dengan berpura-pura sebagai petugas pajak kemudian korban dicekik didalam mobil, tetapi rencana tersebut gagal dikarenakan korban tidak mau mengikuti arahan tersangka.

Kemudian pada tanggal 12 Agustus didatangkan eksekutor berinisial DK, dan sempat dilatih oleh JUN untuk melakukan penembakan.

“Sehingga pada 13 terjadi eksekusi oleh DK dan SR. Perencanaan sudah, eksekusi sudah, setelah eksekusi mereka melarikan diri ke Lampung.” ucap Calvin.

Tersangka DK melakukan 5 kali tembakan yang mengenai bagian punggung dan kepala korban. Setelah Korban tewas, tersangka DK langsung kabur dengan melompat pagar halaman Ruko.

Motif aksi pembunuhan tersebut diduga NL sering dilecehkan oleh korban walaupun ditolak untuk berhubungan intim.

“Korban juga mengancam NL dengan melaporkan ke petugas terkait 2 hal, pertama terkait dengan penggelapan uang perusahaan, kedua terkait kekhawatiran pengurusan pajak yang tidak tertib, sehingga kekhawatiran tersebut membuat tersangka NL melakukan aksi pembunuhan berencana.” jelas Calvin. (Ridho Fadilla)

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: