Lazismu Asahan Bantu Pelajar Lunasi Hutang dan Nyaris Putus Sekolah

MitrakitaNEWS | Asahan – Lembaga amal zakat infaq shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) Asahan memberikan bantuan pelunasan hutang biaya pendidikan kepada seorang pelajar bernama Aidil Rahman yang menunggak selama 18 bulan.

Aidil terancam putus sekolah dan tidak bisa mengikuti ujian akibat hutang senilai Rp 10 juta lebih sebagai biaya selama pendidikannya 3 semester di sebuah pesantren di Kabupaten Langkat.

Penyerahan bantuan tersebut secara simbolis diserahkan oleh Ketua Lazismu Asahan, Fachri Mizan Harsono kepada Juliani (48) orang tua Aidil di kantor Lazismu, lantai II Gedung Dakwah Muhammadiyah Kisaran, Jalan K.H Ahmad Dahlan, Kamis (25/11/2021).

“Program Beasiswa Mentari diinisiasi oleh Lazismu bersumber dari para donatur yang memberikan bantuan pendidikan baik kepada dhuafa maupun kader Muhammadiyah. Dalam kesempatan ini sebagai penerima manfaat adalah seorang pelajar dari Kisaran bernama Aidil, saat ini menempuh pendidikannya di Langkat,” kata Fachri.

Dia melanjutkan, Lazismu mendapat informasi terkait Aidil setelah diadvokasi oleh Ikatan Pelajar Muhamadiyah (IPM) Asahan. Mereka melaporkan keadaan Aidil yang terancam putus sekolah karena memiliki hutang biaya pendidikan di pesantrennya.

“Jadi selama 18 bulan dia tidak berani menyampaikan itu ke orang tuanya dan cerita ke teman-temannya di IPM. Alhamdulillah, dalam waktu 10 hari terkumpul donasi dari para donatur sebesar Rp 10 juta dan langsung kita serahkan kepada orang tuanya,” kata Fachri.

Aidil bercita-cita menjadi Ustadz dan berkeinginan kuliah di Timur Tengah. Sebelumnya ia sempat diterima di salah satu SMA Negeri favorit di Kisaran, namun malah memutuskan untuk masuk pesantren demi cita-citanya itu. Ia merasa kasihan dan tak mau membebani orang tuanya sehingga tunggakan biaya tersebut selalu ditutupi selama dia masuk sekolah.

Juliani (48) Ibunda Aidil yang kesehariannya hanya seorang pedagang pisang molen menjadi satu-satunya tulang punggung keluarga sejak suaminya meninggal dunia. Ia merasa terharu dan mengucapkan ribuan terimakasih kepada Lazismu serta donatur yang membantu biaya pendidikan anaknya.

“Terimakasih kepada seluruh donatur dan Lazismu. Bantuan ini sangat bermanfaat untuk masa depan pendidikan Aidil. Sekali lagi terimakasih sebesar-besarnya,” kata Juliani.

Aidil merupakan alumni SMP Muhammadiyah 22 Kisaran. Selama bersekolah, dia aktif mengasah diri untuk tampil di depan umum dan menjadi ketua IPM di sekolahnya. Oleh rekan seusianya ia dikenal sebagai pribadi yang shalih, baik, jujur dan bertanggungjawab. (Perdana)

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: