Sosok : AKP Rahmadani, Polisi yang Ditakuti Penjahat Disayangi Masyarakat

MitrakitaNEWS | Asahan – Bekerja sebagai pegayom masyarakat, Polisi mestilah hadir dan selalu ada untuk warganya. Dia menjadi penjamin keamanan masyarakat sekitarnya yang membutuhkan perlindungan.

Salah satu sosok Polisi yang dikenal mayarakat khususnya dijajaran Polres Asahan diantaranya AKP Rahmadani. Kasat Reskrim Polres Asahan ini menjadi sosok yang ditakuti penjahat dan disenangi masyarakat.

Kewibawaan serta profesionalitasnya sebagai Polri sangatlah mencerminkan citra kepolisian terutama dalam menindak pelaku kejahatan. Sosok Polri kelahiran Kota Medan berusia 41 tahun ini dikenal tegas dalam menjalankan tugas bahkan keseriusannya mengungkap kasus-kasus kriminal besar selama bertugas dikenal tak neko-neko.

Diketahui, AKP Rahmadani selama tugasnya banyak menduduki posisi strategis di Kepolisian baik dari tingkat Polsek maupun Polres bahkan selama jenjang karirnya berjalan ia pernah menjadi Kapolsek di 3 wilayah hukum Polres Asahan, yakni Kapolsek Prapat Janji, Kapolsek Sei Kepayang dan Kapolsek Pulu Raja, bahkan sebelumnya ia juga pernah menjabat sebagai Kasat Reskrim di wilayah hukum Polres Batubara dan Polres Tebing Tinggi.

Tentunya dengan jabatan dan karir yang ia jalani sudah pasti dirinya selalu berhadapan dengan pelaku tindakan kejahatan umum, namun sosok AKP Rahmadani ini dikenal tegas dalam bertindak dan profesional dalam bertugas.

Akan tetapi dibalik ketegasan AKP Rahmadani ini, ia memiliki sosok merangkul kepada seluruh kalangan bahkan perannya dalam sosial juga sangatlah harmonis baik kepada kalangan muda bahkan kaum tua.

Seperti penilaian Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Asahan Dicky Erianda, bahwa AKP Rahmadani yang menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Asahan sejauh ini bertugas sangatlah profesional bahkan ia tidak pernah membatasi hak dan kewajiban mahasiswa dalam melakukan aktifitas.

“Sejauh ini kami menilai bahwa ia tegas bertindak kepada pelaku kejahatan, sebab kasus pembunuhan di Asahan pun dalam sekejap di ungkapnya, disini kami respect dengannya,” ungkap Dicky Erianda saat meminta penilaian terhadap Kasat Reskrim Polres Asahan, Sabtu (13/11/2021).

Ia menjelaskan bahwa AKP Rahmadani bukanlah sosok Polisi yang anti kehadiran mahasiswa.

“Kita ketahui terkadang ada oknum Polisi yang anti mahasiswa bahkan sampai menangkap mahasiswa, namun saat ini AKP Rahmadani sudah menjunjung profesionalitas dalam bertugas,” jelas Dicky Erianda.

Senada dengan mantan aktifis Asahan Suwandi, yang saat ini menjadi Sekretaris Ikatan Alumni PMII Asahan, juga menilai kehadiran AKP Rahmadani sudah menyempurnakan tugas kepolisian seperti saat ini Kapolres Asahan AKBP Putu Yuda Prawira memiliki program Polisi Rindu Masyarakat (PRM) tentunya AKP Rahmadani sudah menerapkan itu ditengah -tengah masyarakat

“Beliau tidak sombong bahkan beliau juga sering menyampaikan amanah tentang kajian islam kepada masyarakat, dan disini saya melihat program PRM itu benar berjalan,” kata Suwandi.

Penerapan PRM yang digagas oleh AKBP Putu Yuda Prawira itu sangatlah berarti bagi masyarakat saat ini kami menilai bahwa Kapolres Asahan sudah memperbaiki citra kepolisian ditambah lagi AKP Rahmadani sudah membuktikan bahwa kepolisian bukanlah musuh masyarakat.

“Terbukti saat masyarakat ingin mengurus sesuatu ke Polres Asahan, dulunya sempat masyarakat beranggapan takut dan merasa ribet jika berurusan dengan kepolisian, namun saat ini masyarakat tidak takut untuk mengadu ke Polisi,” jelas Suwandi.

Nah seperti melakukan pengaduan, disini masyarakat merasa nyaman dalam pelayanan Polres Asahan dan itu membantah segala fitnah butuk tentang citra kepolisian.

“Disini AKBP Putu Yuda Prawira dan AKP Rahmadani cocok kami gelar ditakuti penjahat disayangi masyarakat,” ujarnya sembari mengatakan program Presisi sudah berjalan baik di Asahan. (red/Edt01)

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: