Pria Tewas Dibuang di Jalan Dipukul Pakai Kunci Roda di Dalam Mobil

MITRAKITANEWS.COM | Deli Serdang. Dua pelaku pembunuhan terhadap Kalinus Zai yang jasadnya ditemukan dengan kondisi berlumuran darah di pinggir jalan mengaku menghabisi korban setelah memukulnya pakai kunci roda saat sedang dalam perjalanan di dalam mobil.

Hal tersebut terungkap dalam konferensi pers kasus pembunuhan Kalinus Zai di Polresta Deliserdang dengan menghadirkan dua tersangka Wan Suhelmi (38) dan Tri Utomo (30), Senin (28/6/2021).

“Kedua tersangka memukuli korban pakai kunci roda sebelum dilempar dari dalam mobil,” ujar Kapolresta Deliserdang, Kombes Pol Yemi Mandagi SIK dalam keterangan siaran persnya didampingi Bupati, Ashari Tambunan, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi dan Kasatreskrim, Kompol Muhammad Firdaus.

Yemi menerangkan, kedua tersangka ini melancarkan aksi saat mengendarai mobil Avanza BK 1571 MR yang dirental mereka.

“Mobil dikendarai oleh Wan Suhelmi, sedangkan Tri Utomo duduk di samping. Sementara korban berada bangku tengah,” terang mantan Kapolres Belawan ini.

Selanjutnya, Yemi menjelaskan dalam perjalanan, tersangka Tri Utomo mengambil kunci roda dari bawah tempat bersangkutan duduk.

“Di situ, Tri Utomo langsung memukuli Kalinus Zai dengan kunci roda, namun sempat melawan. Seketika juga, ia (Tri Utomo) pindah dari depan ke bangku tengah yang kemudian melanjutkan pemukulan terhadap korban. Begitu juga tersangka Tri Utomo juga ikut serta melakukan hal sama ,” jelas mantan Kapolres Asahan ini.

Lebih lanjut diterangkan Yemi, setelah membantai korban, salah satu tersangka memecahkan kaca sebelah kanan mobil.

“Tersangka Tri Utomo memecahkan kaca, lalu melempar korban dalam keadaan tak berdaya yang masih bernyawa. Kemudian sopir Wen Suhelmi menancapkan laju kendaraannya dan kabur,” terangnya.

Setelah itu, Yemi menyebut, tim gabungan dari Ditreskrimum Polda Sumut, Polresta Deli Serdang dan Polres Sibolga yang melakukan penyelidikan berhasil mengendus keberadaan para tersangka.

“Kedua tersangka diringkus di Kota Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Minggu (27/6/2021). Saat hendak dilakukan penangkapan, keduanya melawan sehingga diberikan tindakan tegas terukur (tembak),” sebut Yemi.

Dari hasil pemeriksaan, kata Yemi motif kedua tersangka melakukan aksinya untuk mencari keuntungan dari barang elektronik yang diambil dari toko tempat korban bekerja.

“Korban dengan dua tersangka tidak saling kenal. Modus operandinya berpura-pura membeli barang elektronik berupa AC dan mesin cuci,” pungkasnya. (Ameq)

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: