Pria di Toba 3 Tahun Cabuli Putri Kandungnya Sendiri usai Masukkan Larutan ke Minuman

MITRAKITANEWS.COM | Toba – Seorang pria di Kabupaten Toba berinisial HM (49) tega mencabuli putri kandungnya sendiri (usia 17 tahun) selama tiga tahun atau sejak 2017 hingga 20 Juni 2021.

Sebelum melancarkan aksi bejatnya itu, dia sebelumnya mencampurkan larutan ke dalam minuman putrinya hingga anaknya itu merasa mengantuk dan tidak sadar. Saat kondisi tersebut pelaku melakukan aksi pencabulan yang dilakukan di rumahnya sendiri di Kecamatan Siantar Narumonda.

Kapolres Toba AKBP Akala Fikta Jaya melalui Kasat Reskrim Polres Toba AKP Nelson Sipahutar yang dirilis Kasubag Humas Polres Toba Iptu B Samosir mengatakan, pelaku ditangkap Satreskrim Polres Toba pada hari Senin (13/09/2021) setelah polisi mendapatkan laporan dari istrinya pada 31 Agustus 2021

Perbuatan HM ini awalnya terbongkar setelah anaknya bercerita kepada ibunya. Ibu korban kemudian membuat laporan polisi sehingga langsung kami tindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan awal.

“Awal kejadian pada tanggal 18 Juni 2017, Pada awalnya korban melihat ayahnya mencampurkan sesuatu ke dalam minuman di rumah. Kemudian korban meminum minuman tersebut. Setelah meminum minuman tersebut, tiba – tiba korban terasa mengantuk sehingga korban pergi ke kamar untuk tidur dan setelah bangun tidur dan hendak buang air kecil, korban merasa aneh pedih saat buang air kecil dan kepala korban juga terasa pusing serta badan korban juga pegal – pegal. Dan kejadian tersebut terjadi sejak 2017, korban tidak menggingat berapa kali ayah melakukan hal yang sama kepadanya,” ujar Iptu B Samosir, Rabu (15/9/2021).

Kejadian yang sama terulang lagi di bulan Maret 2021 dan pada 20 Juni 2021. Pelaku membuat minuman yang sama dan korban meminum minuman tersebut dan korban tertidur di kamar. Pada saat itu korban tidur sendirian di kamar. Dalam keadaan setengah sadar tiba-tiba korban merasakan ada dua tangan yang berukuran besar yang mirip dengan tangan ayahnya meraba – raba punggung korban namun korban tidak bisa membuka mata dan merasakan apa – apa lagi. Hingga pagi hari sekira pukul 07.00 WIB korban terbangun dan mengalami pusing dan sakit saat hendak buang air kecil.

Akibat perbuatan ayahnya terhadap putrinya, korban merasakan sakit pada alat kelaminnya dan korban pun merasa ketakutan bertemu dengan bapaknya atau tersangka.

Pasal yang disangkakan terhadap tersangka adalah Pasal 81 ayat (1) dan ayat (3) jo Pasal 76D sibs Pasal 82 ayat (1) dan ayat (2) jo Pasal 76E undang undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang undang RI No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas undang undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Ancaman pidana minimal 10 tahun dan maksimal 20 tahun pidan penjara di tambah sepertiga dari ancaman pidana karena dilakukan oleh orang tua. (Per)

Berita Terkait
error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: