Pria 72 Tahun Pelaku Pembunuhan Berantai, Wajah Korbannya Dikuliti

MITRAKITANEWS.COM – Pria pelaku pembunuhan berantai berusia 72 tahun mengaku menguliti wajah korban terakhirnya.  Seperti dilansir dari New York Post dan Reuters, Minggu (13/6/2021), aksi kejam pelaku bernama Andres Mendoza itu diungkapkannya dalam persidangan.

Mendoza didakwa atas pembunuhan seorang istri polisi bernama Reyna Gonzalez.

“Saya menghilangkan kulit dari wajahnya karena dia sangat cantik,” kata Mendoza di pengadilan, menurut laporan The Daily Mail.

 

Pembunuhan berantai yang dilakukan terungkap usai suami korban terakhirnya mengendus hal janggal. Diketahui Mendoza ditangkap pada 14 Mei lalu usai diduga membunuh dengan memotong bagian tubuh korban dengan gergaji dan pisau gading di kediamannya.

Modus pembunuhan Gonzalez dilakukan dengan janji temu terlebih dahulu. Saat itu korban dan pelaku memang berencana untuk membeli suku cadang ponsel untuk bisnis yang dijalankan korban.

Namun korban tak kunjung pulang hingga membuat suaminya,Bruno Portillo mengeceknya ke kediaman pelaku. Karena tak mendapat izin, Portillo yang curiga membawa polisi dan melakukan penggeledahan.

Petugas polisi menggunakan alat khusus guna membongkar lantai beton pelaku. Usai dibongkar, ditemukan meja berlumuran darah Gonzalez.

BACA JUGA
1 dari 26

Ada pula bagian tubuh sembilan wanita lainnya, serta rekaman video pembunuhan dan bukti lainnya – termasuk buku catatan dengan nama 29 wanita.

Sejak 2001, Mendoza mengaku sudah melakukan aksi ‘gila’ nya itu terhadap 6 wanita lainnya. Bahkan yang makin mencengangkan, pelaku memakan beberapa bagian tubuh korbannya. Petugas kepolisian menduga Mendoza bertanggungjawab atas pembunuhan 20 orang.

Mendoza mengatakan kepada pejabat pengadilan bahwa dia mulai bertemu para korbannya di bar 20 tahun yang lalu – dan membunuh mereka ketika mereka menolak tawaran romantisnya.

“Orang ini psikopat karena dia tidak merasa menyesal,” kata pengacara Sergio Baltazar, yang mewakili keluarga González.

Polisi menemukan sekitar 3.787 fragmen tulang yang diduga milik 17 korban. Penggalian yang dilakukan sejak 17 Mei lalu itu juga menemukan sejumlah kartu identitas dan barang-barang lain milik para korban yang hilang bertahun-tahun lalu.

Melihat jumlah fragmen tersebut, ada indikasi dari polisi bahwa mayat tersebut mungkin dimutilasi menjadi potongan kecil, terlebih pelaku memang dikenal seorang tukang daging yang kerap menggunakan pisau tajam. (Edt01)

Berita Terkait
error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: