Polres Tanjungbalai Gagalkan Penyelundupan 3 Kg Sabu dari Malaysia

MITRAKITANEWS.COM – Tanjungbalai : Satuan Reserse Narkoba Polres Tanjungbalai, berhasil menggagalkan penyelundupkan 3 Kg sabu dari seorang kurir narkoba jaringan internasional Indonesia-Malaysia, di Desa Sie Apung Jaya, Asaha, Sabtu (21/7) sekitar pukul 05.00 Wib.

Kapolres Tanjungbalai AKBP Irfan Rifai, didampingi Wakapolres Kompol Taryono Raharja dan Kasat Narkoba Adi haryono, Senin, (23/07/) didepan aula Pesat Gatra  ketika menggelar jumpa pers di Mapolres mengatakan, tersangka berinisial As (55) terpaksa ditembak petugas karena mencoba kabur saat dilakukan pengembangan.

“Mereka diketahui membawa narkotika dari Port Klang Malaysia dengan menggunakan speedboat,” ungkap Kapolres Irfan Rifai.

Tersangka diketahui merupakan warga Perumahan Pinang Hijau Blok B-1, Kelurahan Batu -IX, Kecamatan Tanjung Pinang Timur, Kota Pinang, Provinsi Kepulauan Riau.

Pengungkapan jaringan narkotika internasional tersebut berawal dari informasi masyarakat yang mengatakan akan adanya terjadi transaksi narkoba di Desa Sei Apung, Asahan. Setelah diselidiki, petugas menemukan satu buah jerigen di lokasi tersebut, yang dicurigai barang narkotika yang disembunyikan dalam semak-semak.

Selanjutnya Team Opsnal memperoleh informasi bahwa yang membawa jerigen tersebut adalah tersangka yg bernama Z dan AS.

BACA JUGA
1 dari 69

Atas informasi tersebut Team Opsnal melakukan pengejaran terhadap tersangka dan menemukan tersangka AS di Desa Bangun Sari, Asahan.

“Setelah diperiksa, didalam jerigen petugas menemukan barang bukti berupa 3 bungkus plastik merk Guanyinwang berisi narkotika jenis sabu-sabu seberat total 3.Kg, dan dari tangan tersangka petugas mengamankan sebuah botol kaca ukuran kecil berisi sabu-sabu seberat 6,72 gram,”ujar Kapolres.

Kapolres menambahkan pada saat pengembangan, tersangka AS mencoba melarikan diri, lalu diberikan tembakan peringatan ke udara 2 kali namun tidak dihiraukan. hingga akhirnya petugas melumpuhkan pelaku dengan menembak kaki kanan pelaku.

Polisi kini masih memburu tersangka ZA yang terlibat jaringan narkoba internasional tersebut. “Pasal yg dipersangkakan kepada tersangka adalah Pasal 113 (2), subs Pasal 115 (1), subs Pasal 114 (2), subs pasal 112 (2) UU. No. 35 Tahun 2009, tentang Narkotika. Dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan atau pidana mati,” tutup Kapolres. (SM)

 

 

Berita Terkait
error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: