Muscab IX PPP Asahan Berjalan Lancar, Lima Formatur Terpilih Ditetapkan

MitrakitaNEWS | Asahan – Musyawarah Cabang (Muscab) ke-IX Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Asahan yang digelar Minggu, (24/10/2021) berjalan lancar setelah sebelumnya hadir langsung membuka musyawarah ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Sumatera Utara (Sumut), Jafaruddin Harahap.

Lima orang anggota formatur dengan komposisi empat dari perwakilan Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan satu orang dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) telah ditetapkan. Total formatur nantinya akan menjadi 7 orang ditambah pimpinan wilayah dan pusat untuk rapat menyusun kepengurusan DPC PPP selama satu periode ke depan.

“Musyawarah tetap berjalan lancar sampai akhir sidang pleno dan ditetapkannya lima formatur terpilih, meski memang diawal sidang sempat terjadi sedikit perdebatan dan itu merupakan hal yang biasa dalam setiap musyawarah,” kata Sekretaris DPC PPP Asahan, Zaid Afif saat dikonfirmasi wartawan, Senin (25/10/2021).

Zaid Afif juga membantah jalannya musyawarah menemui jalan buntu alias deadlock. Dia menyebut, proses musyawarah tetap berjalan sesuai garis aturan dalam AD ART partai dan disaksikan oleh utusan DPW PPP Sumut.

Sebelumnya, jalannya sidang pleno pertama dengan agenda pembahasan tata tertib (tatib) dibuka oleh pimpinan sidang M. Tahir bersama dua orang anggota sidang lainnya yakni Zulham Taufik dan Abdul Hakim.

Baru beberapa saat sidang pleno mulai dibuka, terjadi dinamika yang cukup alot, hingga akhirnya pimpinan sidang (Tahir) menutup sidang pleno dan menyatakan deadlock tanpa meminta persetujuan dari peserta musyawarah.

Singkat cerita, pimpinan sidang bersama satu orang anggota (Tahir dan Abdul Hakim) keluar begitu saja meninggalkan ruang sidang dan menyisakan satu anggota pimpinan sidang lagi. Sementara itu, mayoritas peserta yakni 19 PAC dan Badan Otonom Partai, masih menginginkan musyawarah tetap dilanjutkan. Sidang pleno akhirnya tetap dilanjutkan dan sah secara kourum dengan kesepakatan seluruh peserta.

“Peristiwa itulah yang mungkin dianggap oleh orang yang tidak memahami jalannya musyawarah sebagai deadlock. Sementara prosesnya masih berlanjut diambil alih oleh pimpinan sidang anggota yang tersisa. Hal itu juga diketahui peserta utusan dari DPW Sumut yang ikut berada di dalam ruangan,” kata Zaid Afif.

Sayangkan Pernyataan Oknum Sebut Dedlock

Sementara itu, Wakil Sekretaris DPC PPP Asahan, Julianto Putra yang juga panitia dalam musyawarah tersebut menyayangkan adanya pernyataan oknum yang sebenarnya tidak mengetahui proses jalannya musyawarah hingga menyebut Muscab berlangsung deadlock.

“Jadi begini, kalau tak paham kita dengan urusan rumah tangga orang lain, jangan kita ikut mencampurilah,” sesal Julianto.

Julianto mengatakan, Muscab PPP Asahan berlangsung dengan pengawalan ketua OKK DPW Sumut, Jonson Sihaloho dan dipastikan sudah terlaksana sesuai acuan peraturan organisasi di dalam AD ART kepartaian.

“Pelaksaan Muscab IX ini sudah sesuai relnya dan acuan peraturan organisasi dan AD/ART PPP dan akhirnya terpilih bang Zaid Afif,SH,M.Hum sebagai formatur keterwakilan dari DPC dan 4 orang masing-masing dari PAC,” sebut Julianto sembari menyatakan jalannya Muscab ditutup lagnsung oleh Sekretaris DPW PPP Sumut, H Usman Efendi Sitorus. (Perdana)

Berita Terkait
error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: