Polisi Tembak Mati Seorang Perampok Toko Emas Simpang Limun

MITRAKITANEWS.COM | Medan -Personel Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Utara menembak mati satu perampok Toko Emas Pasar Simpang Limun.

Tersangka berinsial H, ditembak mati, merupakan satu dari empat tersangka yang berhasil diringkus setelah kurang lebih dua pekan diburu.

Informasi dihimpun, penangkapan para tersangka dari lokasi terpisah itu dipimpin langsung oleh Dirreskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi yang dikonfirmasi, Selasa (14/9/2021) malam membenarkan perihal tersebut.

“Benar. Empat perampok di Pasar Simpang Limun sudah tertangkap. Salah satu tersangka terpaksa diberikan tindakan tegas terukur hingga meninggal dunia,” ujar Kombes Pol Hadi.

Lebih lanjut, Hadi menjelaskan, perampok yang meninggal dunia setalah diberikan tindakan tegas terukur berinisial H.

“Tersangka H melakukan perlawanan dan membahayakan petugas saat melakukan pra rekon untuk menunjukan arah pelarian dan titik kumpul terakhir pelaku-pelaku lainnya,” ungkapnya.

Terpisah, Dirreskrimum Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja yang dikonfirmasi belum menjelaskan secara detail kronologis penangkapan para pelaku.

BACA JUGA
1 dari 3

Hanya saja, mantan Wakapolrestabes Medan ini mengatakan kasusnya akan segera dirilis.

“Besok kita rilis ya,” pungkas Tatan.

Sebelumnya, dua Toko Emas di Pasar Simpang Limun Medan dirampok oleh kawanan rampok bersenjata pada hari Kamis, (27/8/2021).

Dalam peristiwa itu, dikabarkan 7 kilogram emas raib dibawa kawanan rampok bersenjata itu.

Bahkan, salah seorang juru parkir, Pasar Simpang Limun, Julius Ardi Simanungkalit, warga Jalan M Nawi Harahap Gang Suka No. 14, Kelurahan Siti Rejo III, Kecamatan Medan Amplas terkena tembakan dan tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhyangkara Polda Sumut.

Sedangkan dua toko yang dirampok masing-masing Toko Mas Aulia Chan milik Kasmawati (53), warga Jalan Medan Area Selatan, kehilangan 2 kilogram emas.

Kemudian Toko Emas Permata Masrul milik Ade Irawan (34), warga Jalan Bromo, Gang Jermal 2, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai kehilangan 5 kilogram emas. (rks)

Berita Terkait
error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: