PN Medan Vonis Dua Terdakwa Perzinahan 8 Bulan Percobaan

MITRAKITANEWS.COM | Medan– Pengadilan Negeri (PN) Medan memvonis dua terdakwa kasus perzinahan dengan masa percobaan 8 bulan. Keduanya yakni Julianna Phan (34) dan Putra Martono (39) dalam sidang yang diketuai oleh Jarihat Simarmata.

“Menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Julianna Phan dan Putra Martono dengan pidana penjara selama 4 bulan dengan masa percobaan 8 bulan,” kata Majelis Hakim, Selasa, (15/6/2021).

Dalam putusannya, Hakim mentapkan pidan tersebut tidak harus dijalani, kecuali di kemudian hari ada putusan majelis hakim yang menentukan lain disebabkan karena terpidana melakukan suatu tindak pidana sebelum masa percobaan selama 8 bulan terakhir.

Majelis hakim menilai kedua terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 284 ayat (1) ke-1 huruf a KUHPidana yakni seorang wanita / pria yang telah kawin yang melakukan perzinahan.

Menanggapi putusan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Medan Chandra Naibaho menyatakan pikir-pikir.

Putusan majelis hakim lebih ringan dari tuntutan JPU Chandra Naibaho yang sebelumnya meminta agar kedua terdakwa dijatuhkan hukuman 4 bulan penjara.

Sementara itu, di luar persidangan  mengaku kecewa atas putusan majelis hakim yang tidak berkeadilan. Pasalnya, akibat perkara tersebut, kondisi keluarganya menjadi berantakan dan saksi korban harus menghidupi ketiga anaknya yang masih bersekolah.

” Saya selaku korban sangat kecewa dengan putusan hakim yang menjatuhkan hukuman kepada kedua terdakwa hanya 8 bulan percobaan, padahal keduanya terbukti bersalah, apalagi perbuatan keduanya dilarang dalam agama manapun,” ujar saksi korban.

Dilansir dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Medan mengatakan pada Mei 2017, terdakwa Putra Martono yang masih berstatus suami korban dan Julianna Phan yang masih berstatus istri orang berkenalan hingga bertemu di Vista Gym Medan. Keduanya pun saling bertukar nomor hape hingga akhirnya melakukan perselingkuhan.

“Pada Oktober 2017, keduanya pergi ke Malaysia dan tidur bersama dalam satu kamar. Di kamar itu, Putra Martono dan Julianna Phan melakukan hubungan badan layaknya suami istri,” kata JPU Chandra.

 

Lanjut dikatakan JPU, puncaknya pada, 11 September 2020, kedua terdakwa menginap di Hotel Deli dan melakukan hubungan suami istri, lalu disambung pada 19 September 2020, ketika kedua terdakwa berada di Cambridge City, korban datang ke lokasi sehingga terjadi keributan yang membuat Julianna Phan pergi.

“Putra Martono yang merasa khawatir langsung pergi menemui Julianna Phan dan mengajaknya menginap di Hotel Deli. Pada Minggu, 20 September 2020 subuh, pintu kamar hotel yang ditempati kedua terdakwa diketuk oleh room boy atas permintaan korban,” urai JPU Chandra.

Saat pintu dibuka, sambung JPU, terdakwa Julianna Phan terkejut dan berusaha menutup wajahnya dengan rambut. Di mana, posisi Putra Martono berada di atas tempat tidur dengan memakai celana dalam dan baju kaos.

“Sedangkan terdakwa Julianna Phan memakai baju tidur serta celana dalam dan BH-nya terletak di rak. Melihat perbuatan itu, korban langsung melaporkannya ke Polrestabes Medan,” pungkas JPU Chandra Naibaho. (rks)

Berita Terkait
error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: