Persiapan Pemilu dan Pilkada 2024, Bawaslu dan KPU Akan Bahas Penyederhanan Surat Suara

MITRAKITANEWS.COM, Jakarta – Dalam rangka persiapan pemilu dan pilkada tahun 2024, Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar menanggapi perihal usulan penyederhanaan surat suara. Menurutnya hal ini perlu dikaji bersama KPU atas dasar efektivitas dalam tahapan pemungutan suara.

Fritz melihat ide dalam penyederhanaan bentuk dari surat suara yang jumlahnya cukup banyak dalam pemungutan suara dimungkinkan, namun memang perlu kajian yang mendalam. Sebab berkaca pada Pemilu 2019, lanjut Fritz, pemilih menerima lima lembar surat suara sekaligus di antaranya untuk pemilihan presiden, anggota DPR, DPD , DPRD Provinsi, serta DPRD Kabupaten/Kota.

“Ide dari beberapa anggota KPU terkait perubahan surat suara akan dimungkinkan surat suara akan diubah bentuknya. Kalau membaca pendapat Pak Hadar Gumay (mantan komisioner KPU) beliau mengusulkan satu surat suara atau dimungkinkan jadi tiga surat suara ini perlu dikaji,” tutur Fritz dalam diskusi publik di Gedung Bawaslu, dilansir dari laman Bawaslu.go. Rabu (16/6/2021).

Dalam kesempatan yang sama, Komisioner KPU RI I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi pun menyampaikan usulan-usulan yang diterima termasuk penyederhanaan surat suara nantinya akan dibahas lebih lanjut. Dia menyatakan divisi peraturan perundang-undangan tengah menyusun sejumlah regulasi yang akan digunakan pada pemilu dan pilkada serentak tahun 2024.

BACA JUGA
1 dari 7

Sebagai informasi, KPU menyatakan tengah mengkaji desain penyederhanaan surat suara Pemilu 2024. Rencananya pemilih akan hanya menerima satu atau dua lembar surat suara di tempat pemungutan suara (TPS).

Rencananya nanti pemilih akan menggunakan hak pilihnya untuk lima pemilihan sekaligus dalam satu atau dua surat suara. Dalam contoh desain ide satu suara untuk lima pemilihan Pemilu 2024, KPU hanya mencantumkan gambar partai politik peserta pemilu untuk pemilihan legislatif. (Red)

Berita Terkait
error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: