Peringati Hari Jadi Lamongan, ISMALA DIY Selenggarakan Diskusi Kedaerahan.

MITRAKITANEWS.COM, Yogyakarta – Dalam rangka memperingati hari lahir ISMALA DIY ke-48 dan hari jadi Lamongan yang ke-449, warga Lamongan yang berada di Yogyakarta yang tergabung dalam organisasi kedaerahan Ikatan Siswa Mahasiswa Lamongan Daerah Istimewa Yogyakarta (ISMALA DIY) menyelenggarakan sarasehan kedaerahan yang bertajuk “Menapak Lamongan Lewat Jalan Sastra” pada Jum’at sore (1/6/2018) di Pendopo LKiS Sorowajan Bantul Yogyakarta.

Diselenggarakannya acara diskusi tersebut guna untuk melejitkan kembali semangat kedaerahan, khususnya Lamongan yang mulai meredup dikarenakan pelbagai hal.

“Ini merupakan bentuk dari program ISMALA DIY untuk mengangkat kembali semangat kedaerahan di tengah tanah rantau yang jauh dari daerah asal”, jelas Khoirul Huda, selaku ketua ISMALA DIY.

“Sudah terlalu sering kita mengadakan acara serupa yang melihat Lamongan dari sudut politik, ekonomi, geografis dan agama. Maka dari itu ISMALA DIY kali ini mencoba untuk membuat formulasi baru dengan membaca Lamongan dengan Sastra”, lanjut Huda.

Acara yang diselenggarakan di Pendopo LKiS tersebut dihadiri oleh seluruh warga ISMALA DIY, dan menghadirkan narasumber yang memang berada di jalurnya, khususnya di bidang sastra yakni Mahfud Ikhwan. Melihat bagaimana narasumber tersebut telah menghasilkan karya sastra yang tidak jauh dari bayang Lamongan, salah satunya yakni dari novelnya yang berjudul “Kambing dan Hujan”.

Menurut Cak Mahfud (panggilan akrab beliau), Lamongan merupakan barang mentah yang apik untuk dijadikan sebagai olahan sastra.

“Dapat dilihat dari salah satu novel saya yang berjudul “Kambing dan Hujan”. Saya tidak menyebutkan kata Lamongan di sana, tetapi saya mengajak para pembaca untuk mengidentifikasi sendiri dan tidak membatasi ruang imajinasi pembaca”, ujar penulis asal desa Lembor tersebut.

Di penghujung acara, cak Ikhwan menuturkan bahwa perlu adanya keberlanjutan dari acara ini, untuk menjadikan bahan mentah Lamongan menjadi olahan sastra yang dapat dinikmati.

“Harapan saya, semoga diskusi semacam ini tidak hanya berhenti di sini, tapi perlu adanya kelanjutan”, tambah beliau.

Setelah acara diskusi selesai, disambung dengan pemotongan tumpeng oleh ketua ISMALA DIY sebagai simbolisasi peringatan hari jadi Lamongan ke-449 dan hari lahir ISMALA DIY ke-48, dan diakhiri dengan pembacaan puisi oleh salah satu warga ISMALA DIY, yakni Cak Sudrun. (AND)

Berita Terkait
error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: