Pemko Tanjungbalai Tanggung Biaya Pendidikan Anak Korban Kekerasan Seksual

MITRAKITANEWS.COM | Tanjungbalai. Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai memfasilitasi tanggungan biaya pendidikan terhadap empat orang anak dibawah umur yang sebelumnya menjadi korban kekerasan seksual dari orang tuanya.

Hal tersebut setelah Kejaksaan Negeri Tanjungbalai Asahan bersama dengan Pemko Tanjungbalai melaksanakan koordinasi terkait nasib dan masa depan empat bocah ini.

“Salah seorang dari empat bocah ini menjadi korban kekerasan seksual yang dilakukan ayah kandung dan saat ini masih menjalani proses persidangan di PN Tanjungbalai. Sementara ibunya sudah lama bekerja di Malaysia,” kata Muhammad Amin, Kajari Tanjungbalai Asahan kepada wartawan, Selasa (6/6/2021).

Amin menambahkan dalam kasus ini, Kajari Tanjungbalai tetap memperhatikan masa depan ke empat anak tersebut terutama soal pendidikannya ke mereka.

Meskipun ayah kandung mereka melakukan perbuatan yang melanggar tindak pidana namun masa depan ke empat anak tersebut menjadi taruhannya.

“Kita punya hati nurani mereka juga ingin merasakan kenikmatan belajar sama seperti anak-anak pada umumnya, dan kita ketahui tidak ada yang menanggung kehidupan mereka,” terang Kajari TBA.

Dibalik tugasnya sebagai aparat penegak hukum dikatakannya, Kejaksaan juga memiliki hati nurani rasa keperdulian terhadap anak.

“Mereka adalah harapan bangsa. Bagaimana masa depannya nanti jika pendidikan saja tak dimiliki,” ucap Muhammad Amin Jaksa.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Tanjungbalai, Azhar, didampingi Kakan Kemenag, H.Al Ahyu serta Ketua P2TP2A, Agus Salim Hutagalung, dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi atas inisiatif dari kejaksaan yang peduli terhadap masa depan anak-anak tersebut.

“Inisiatif dari Kajari ini sangat kita apresiasi dan kita dukung dari hasil pertemuan tadi kita sepakati, si anak yang paling besar akan kita upayakan untuk bekerja sebagai tenaga honorer di dinas pendidikan. Sementara untuk pendidikan ke-3 adiknya akan difasilitasi oleh Kemenag, berhubung diantara anak-anak tersebut sudah sekolah di salah satu madrasah di Tanjungbalai, “ucap Azhar yang diamini oleh Kakankemenag Tanjungbalai serta Ketua P2TP2A. (Nanda)

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: