Pemko Tanjungbalai Fasilitasi Perobatan Bocah Punya Kebiasaan Minum Bensin

MitrakitaNEWS | Tanjungbalai – Pemko Tanjungbalai siap memfasilitasi pengobatan MAS bocah laki-laki berusia 11 tahun yang memiliki kebiasaan tak lazim meminum bensin sejak 5 tahun terakhir.

Hal tersebut, setelah Plt Wali Kota Tanjungbalai Waris Thalib mengunjungi rumah orang tua sang bocah di Jalan Arteri, Kelurahan Sirantau, Kecamatan Datuk Bandar pada Sabtu (2/10/2021) kemarin.

“Terkait kondisi kejiwaan anak akan tetap dalam pengawasan dokter jiwa RSUD Tengku Mansyur, Tanjungbalai. Untuk psikologis sendiri pihak RSUD menyarankan penanganan ke balai rehabilitasi sosial orang dengan human immunodeficiency virus di Medan,” kata Plt Wali Kota Tanjungbalai, dalam keterangannya, Senin (5/10/2021).

Dalam kesempatan itu, Pemko Tanjungbalai juga memberikan bantuan vitamin, serta menugaskan petugas Puskesmas untuk memantau perkembangan kesehatan MAS.

“Bapak Plt Wali Kota, juga menyampaikan pesan kepada adik kita agar jangan lagi meminum bensin, lebih banyak mengkonsumsi susu. Kepada orang tua agar lebih waspada untuk menjaga anak terutama pada saat bermain demi untuk kebaikan tumbuh kembang anak dan kita berharap kebiasaan buruk yang selama hari ini dilakukan bisa pulih”, ujarnya.

Sebelumnya, bocah laki-laki di Tanjungbalai, MAS, disebut sudah meminum bensin selama 5 tahun terakhir. Bocah itu disebut pernah makan benda-benda aneh sejak usia 1 tahun, seperti paku, pecahan keramik, dan lainnya.

“Dari umur 1 tahun dia pernah makan benda-benda aneh, seperti paku, pecahan keramik. Tapi 5 tahun terakhir ini, dia awalnya suka mencium bau bensin, lama-lama diminumnya. Itu sembunyi-sembunyi,” kata ibu bocah itu, Uci Rubi Atmaja, Kamis (23/9).

Uci, yang ditemui di rumahnya di Datuk Bandar, Tanjungbalai, mengaku awalnya curiga mencium bau napas anaknya dan bajunya yang selalu bau bensin. Dia juga kerap memergoki anaknya saat mendulang bensin dari sepeda motor.

“Dia ambil itu bensinnya pakai sedotan dari sepeda motor. Kadang dipindahkan dulu ke botol,” ujar Uci.
Uci mengaku prihatin atas kebiasaan tak lazim dan kondisi kesehatan anaknya itu. Meski demikian, dokter menyebut anaknya dinyatakan dalam kondisi sehat.

“Pernah dirontgen ini ke dokter hasilnya nggak ada. Dulu pernah kami bawa terapi, begitu ada obat herbal dia rutin minum itu, kebiasaannya mulai berkurang. Tapi obatnya mahal. Kami nggak sanggup. Ayahnya ini kerja mocok-mocok,” kata dia.

Kini setiap hari keluarga selalu mengontrol anaknya di rumah, bahkan saat bermain bersama rekan-rekannya, takut jika dia sembunyi-sembunyi minum bensin. (Perdana)

Berita Terkait
error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: