Oknum Security yang Aniaya Kadus di Labuhan Deli Belum Ditangkap

MITRAKITANEWS.COM | Medan – Oknum Security PTPN II, bernisial S pelaku pemukulan dan penganiayaan terhadap Ibnu Khaldun alias Adun, Kepala Dusun (Kadus) II Desa Helvetia, yang juga merupakan Ketua Forum Umat Islam (FUI) Labuhan Deli, saat ini belum ditangkap dan masih bebas berkeliaran.

Padahal, oknum security tersebut telah merusak usaha mebel yang dimiliki Ibnu Khaldun pada Senin (7/6/2021) lalu dan telah membuat laporan atas penganiayaan tersebut ke Polres Pelabuhan Belawan.

Kepada wartawan, Sabtu (26/6/2021) Adun kembali mengisahkan perbuatan para oknum security PTPN II yang merusak usaha mebelnya berujung pemukulan kepada dirinya, namun tidak kunjung diproses Polres Pelabuhan Belawan, padahal bukti videonya juga ada.

Adun berharap dengan dimuatnya berita tentang kasus dirinya sampai kepada Kapoldasu hingga menegur Kapolres Pelabuhan Belawan tentang laporan pengaduan masyarakat yang masih belum tidak ditindaklanjuti.

“Kalau setiap kantor polisi tidak merespon laporan masyarakat apalagi masyarakat miskin, maka pihak Security PTPN II bisa merajalela memukuli orang sesuka hati dan untuk apa ada polisi yang disebutkan siap melayani laporan masyarakat ternyata tidak direspon dan tidak menangkap pelaku,” ujar Adun di kediamannya, Sabtu (26/6/2021).

Ia juga mengatakan bila Polres Pelabuhan Belawan masih belum menangkap pelaku pemukulan dan penghancuran usaha tersebut, maka ia akan menyurati langsung Kapoldasu dan tembusan ke mabes Polri tentang kinerja pihak Polres Pelabuhan Belawan yang tidak becus melayani masyarakat.

“Biarpun pelaku pemukulan dan pengancuran usaha miliknya seorang Security PTPN II mengapa tidak ditangkap sedangkan anak kepala negara aja bila bersalah bisa ditangkap apa lagi hanya seorang security PTPN II,” jelas Adun dengan nada geram.

Sementara itu melalui kuasa hukumnya Raja A. Makayasa Harahap yang berkantor pada Biro Pengacara Hukum Citra Keadilan Jalan Sutomo No.6 Medan mengungkapkan bahwa pihaknya sudah menyurati Kapolres Pelabuhan Belawan pada tanggal 10 Juni 2021 dengan No.6323/CK-P/VI/2021 Perihal Permohonan Percepatan Penyidikan LP. No.: LP/248/VI/2021/SPKT III Polres Pelabuhan Belawan tertanggal 07 Juni 2021.

“Pada prinsipnya kita sangat menunggu hasil penyelidikan dari penyidik polres belawan, karena seluruh rangkaian fakta, bukti dan saksi sudah kami serahkan ke penyidik. Hakikatnya asas equality before the law harus dipedomani dalam hal penanganan perkara yaitu semua manusia sama dan sejajar dimata hukum. Apakah karena oknum security bekerja di perusahaan plat merah sehingga harus dilindungi, ada apa???,” jelas Raja A. Makayasa Harahap, SH melalui pesan Aplikasi WhatsAppnya.

Bahkan Raja A. Makayasa Harahap menambahkan bahwa tidak ada alasan penyidik untuk tidak segera menetapkan terlapor sebagai tersangka, karena fakta dan bukti yang kami berikan sudah lebih dari 2 sehingga sudah sangat relevan menetapkan seseorang sebagai tersangka.

“Tidak ada alasan penyidik untuk tidak segera menetapkan terlapor sebagai tersangka, karena fakta dan bukti yang kami berikan sudah lebih dari 2 sehingga sudah sangat relevan menetapkan seseorang sebagai tersangka,” tegas Raja.
Sayangnya, Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Mhd R Dayan yang dikonfirmasi wartawan belum merespon terkait hal tersebut. (rks)

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: