Warga Al-Washliyah Kecam Rencana Pengambilalihan Wakaf Aceh di Saudi

MITRAKITANEWS.COM, Jakarta – Rencana pengambilalihan pengelolaan tanah wakaf Aceh yang akan dilakukan oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Republik Indonesia yang ada di tanah suci Mekkah menimbulkan banyak kecaman dan kekecewaan.

Teuku Afrizanur selaku Sekretaris Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah yang juga merupakan warga Aceh, mengecam rencana tindakan kebijakan BPKH tersebut, menurut Afriza bahwa wakaf yang ada biar berjalan seperti adanya, dikelola wakaf Baitul Asy, selama ini tanah tersebut tidak ada masalah dan juga telah memberikan keuntungan juga bagi masyarakat Aceh yang berkunjung ke tanah suci.

“Apalagi kurangnya pengorbanan Aceh untuk negeri ini? Bukan kita tidak cinta NKRI, biarkan tanah wakaf itu berjalan seperti biasanya, dan tidak butuh investasi-investasi. Kemana aja negara selama ini? Setelah berkembang pesat di bawah pengelolaan orang lain baru pada ribut,” ungkap Teuku Afriza.

Teuku Afriza melanjutkan, hal yang lebih strategis seharusnya BPKH punya kreasi sendiri untuk membeli tanah yang lain yang bisa menjadi aset negeri ini sehingga tidak mengganggu yang sudah ada.

BACA JUGA
1 dari 707

“Seharusnya ditambah, apalagi BPKH ini baru dibentuk, jangan semena-mena karena lembaga baru dan baru menjabat apalagi mengganggu kestabilan sosial di dalam tubuh masyarakat yang sudah aman dan damai ini. Kalau hanya numpang investasi sana sini, itu namanya gak ada kerjaan, tidak ada karya. Yang sebaiknya BPKH punya kreasi lah bagaimana menambahi aset negeri ini dengan uang 105 trilyun yang ada,” tambah Afriza.

Menurut Teuku Afriza, dia sebagai Sekretaris Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah yang juga sebagai putra daerah dan masyarakat Aceh sangat mengecam BPKH bila ingin mengganggu tanah wakaf milik ulama besar Habib Bugak Al Asyi tersebut.(Gtr/AdyP)

Berita Terkait
error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: