Facebook Korban Penembakan Mantan Kasatreskrim Polres Asahan Dibanjiri Ucapan Belasungkawa

MITRAKITANEWS.COM, Asahan – Beberapa waktu lalu masyarakat dihebohkan dengan pemberitaan oknum polisi menembak adik iparnya sendiri hingga tewas.

Diketahui pelaku penembakan merupakan seorang perwira kepolisian yang menjabat sebagai Wakapolres Lombok Tengah bernama Kompol Fahrizal SIK, sedangkan korban yang juga adik iparnya bernama Jumingan (33).

Di kabupaten Asahan, nama pelaku penembakan sudah tidak asing lagi, sebab pernah bertugas di Mapolres Asahan pada tahun 2013 sebagai Kasatreskrim Polres Asahan.

Kabar tewasnya Jumingan ditembak oleh iparnya sendiri terjadi pada Rabu (04/04/2018), sekira pukul 21.00 WIB di rumah mertuanya, Jalan Tirtosari, Gang Keluarga Nomor 14, Medan, Sumatera Utara, yang membuat geger warga Asahan.

Di akun Facebooknya, Jumingan tercatat menikah dengan Heni Wulandari dan memiliki seorang anak laki-laki yang masih berusia 4 tahun.

Sejak beredar kabar meninggalnya pria kelahiran 22 Desember 1985 itu, kini akun Facebooknya dibanjiri kiriman ucapan belasungkawa dari teman, kerabat, dan sahabatnya.

Akun BJ Friadi Ykpc@ menuliskan di dinding Facebook Jumingan “Selamat Tinggal dunia, tidur yang tenang di alam sana, selamat jalan saudaraku, semoga engkau tenang di sisinya. Aminn Ya Allah”.

Begitu juga dengan salah satu temannya yang mengungkap rasa dukanya yang dalam dengan menuliskan, “Selamat Jalan sobat, semoga engkau tenang di sisinya, “ tulis pemilik akun Guntur Hariono.

Adapun Pipi yang tak menyangka jika temannya telah meninggal dunia, “Gak nyangka macam mimpi ah.. padahal bulan 12 semalam sering inbox nanyai kabar ibu saya, baik banget orangnya ini,” tulisnya di dinding Facebook ‘Juan Atjeh’.

Kronologis Kejadian. 

Peristiwa pembunuhan itu terjadi Rabu (04/04/2018) sekira pukul 19.30 WIB.

Bermula saat Fahrizal bersama istrinya, MSH, ke rumah Jumingan, yang juga adik iparnya untuk menjenguk ibunya yang baru sembuh dari sakit.

Henny Wulandari, istri korban mempersilahkan Fahrizal masuk ke rumahnya dan duduk di ruang tamu.

BACA JUGA
1 dari 10

Melihat kedatangan Fahrizal, ibunya langsung keluar dan duduk bersama di ruang tamu bersama Jumingan.

Saat Henny Wulandari membuat minuman, Henny melihat Fahrizal sempat memijat ibunya sambil berdialog.

Tiba-tiba Henny melihat Fahrizal menodongkan senjata api ke arah ibunya.  Melihat hal itu, korban Jumingan langsung melarang Fahrizal dengan mengatakan ‘Jangan Bang’.

Merasa tidak senang dilarang, Fahrizal malah  menodongkan senjata api ke arah Jumingan dan menembak korban sebanyak 6 kali hingga terkapar.

Melihat suaminya ditembak, Henny Wulandari  langsung lari ke kamar dan mengunci pintu.

Setelah menembak Jumingan, sempat menggedor pintu kamar adik perempuannya itu sembari berkata  “Dek…. Hen, buka pintunya,” namun ibu korban menghalangi.

Setelah kejadian tersebut Fahrizal menyerahkan diri ke Polrestabes Medan dan menyerahkan senjata apinya.

Kasus ini sudah ditangani oleh Subdit III/Jahtanras Ditreskrimum Polda Sumut dan telah memeriksa para saksi-saksi.

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan barang bukti 1 pucuk senjata api jenis revolver berikut 6 butir selongsong amunisinya, 1 butir proyektil,  kartu senjata api, dan serta kartu anggota kepolisian (KTA).

Hingga kini polisi masih mendalami motif tersangka membunuh adik iparnya itu.

Atas perbuatannya,  Fahrizal dipersangkakan melanggar pasal  340 Subs Pasal 338 KUHPidana, dengan ancaman penjara seumur hidup. (HS)

Berita Terkait
error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: