Ismala DIY Gelar Diskusi Publik

MITRAKITANEWS.COM, Yogyakarta – Ikatan Siswa Mahasiswa Lamongan Daerah Istimewa Yogyakarta (Ismala DIY) menyelenggarakan diskusi publik yang bertajuk “Menumbuhkan Karakter Kedaerahan dengan Semangat Kebudayaan”. Agenda tersebut diselenggarakan di Balai RK Sapen Yogyakarta pada hari Sabtu (24/03/2018).

Diskusi publik tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara prosesi pelantikan pengurus baru Ismala DIY masa abdi 2018-2019 yang berlangsung setelah pembacaan ikrar pelantikan dan peresmian pengurus baru.

Acara tersebut juga turut mengundang organisasi daerah lain yang sedang berdomisili di Yogyakarta, seperti IMAGO (Ikatan Mahasiswa Bojonegoro Yogyakarta), KPMBY (Keluarga Pelajar Mahasiswa Banyuwangi Yogyakarta), IMAGE (Ikatan Mahasiswa Gresik) Yogyakarta, KMM (Keluarga Mahasiswa Mojokerto) Yogyakarta, KPMRT (Keluarga Pelajar Mahasiswa Ronggolawe Tuban) Yogyakarta, PMPY (Pelajar Mahasiswa Ponorogo Yogyakarta) dan IKPM (Ikatan Pelajar dan Mahasiswa) Jawa Timur.

Brian Ali Sahada, selaku ketua panita menjelaskan bahwa perlu adanya upaya serta kesadaran untuk menumbuhkan karakter kedaerahan. Mengingat bahwa tempat perantauan memiliki beberapa perbedaan dengan daerah asal, baik dari segi bahasa, perilaku serta budaya. Selain itu, ini dimaksudkan agar tidak menodai atau bahkan meninggalkan karakter asal kedaerahan yang khas, maka harus segera diantisipasi dengan mengobarkan semangat kebudayaan.

Adapun narasumber pada diskusi publik tersebut adalah M.In’am, S.E; owner Gandroeng Cafe, Ahmad Yani, M.Sos; seorang pekerja sosial, Ja’farul musyadad,S.Hum;  penulis muda Lamongan, dan Aguk Irawan MN; sastrawan dan penulis. Moderator dalam diskusi publik tersebut yaitu Ah. Ainul Fahruri; ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga.

M.In’am atau yang lebih akrab dipanggil cak In’am menyampaikan tentang karakteristik orang Lamongan yang luwes, penuh semangat, gigih dan mempunyai etos kerja yang tinggi. Hal itu dapat dibuktikan dengan para narasumber yang hadir yang merupakan putera daerah asli Lamongan.

Sementara Ahmad Yani pada kesempatan tersebut mengajak untuk menjaga serta menunjukkan eksistensi lamongan kepada dunia baik dari budaya ataupun yang lain.

“Tugas Ismala DIY adalah menjaga dan menunjukkan budaya dan tradisi yang ada di Lamongan, serta menggali informasi dan data terkait budaya di Lamongan”,  tutur Ahmad Yani.

Sedangkan Ja’farul Musyadad atau juga akrab dengan panggilan Cak Ja’far, dengan semngat membara memberikan suntikan semangat baru dan harapan baru kepada pengurus Ismala DIY yang dituangkan dalam deklamasi  puisi di hadapan para hadirin.

Narasumber yang terakhir yakni Aguk Irawan, seorang sastrawan serta penulis buku best seller yang berjudul Haji Backpacker tersebut menyampaikan kehadirannya pada acara tersebut untuk sekadar merasakan kehangatan suasana Lamongan yang terpancarkan dari rupa ndeso dan aroma kecut orang-orang Lamongan.

“Adanya Ismala DIY di Yogyakarta ini diharapkan menghadirkan suasana Lamongan di Yogyakarta dan dapat mengobati kerinduan kepada tanah kelahiran”, papar Aguk Irawan. (Kho)

Berita Terkait
error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: