Minta Game Zone Ditutup di Asahan, IMM Berkirim Surat ke Polda Sumut Hingga Kapolri

MITRAKITANEWS.COM | Asahan. Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Asahan berkirim surat ke Dirkrimum Polda Sumatera Utara, Kabareskrim Polri dan Kapolri terkait maraknya perjudian berkedok permainan ketangkasan (game zone) di Kabupaten Asahan.

Hal tersebut dikatakan oleh Yogi Ginting, ketua PC IMM Asahan sembari menunjukkan bukti dengan Nomor surat :027/D-9/II/2021, kepada wartawan, Rabu (7/7/2021).

“PC IMM Asahan telah menyurati Dirkrimum Poldasu, Kapolda Sumatera Utara, Kabareskrim Polri dan Kapolri agar menangkap dan menutup tempat haram perjudian Game Zone yang berkedok permainan ketangkasan di Kabupaten Asahan,” ujarnya melalui siaran rilis yang diterima MITRAKITANEWS.COM.

Dikatakannya, berangkat dari kegelisahan masyarakat atas maraknya perjudian Game Zone di Kabupaten Asahan dan telah banyak merugikan masyarakat mengganggu keamanan dan ketertiban, sebab banyak kasus didapati pelaku permainan game zone yang tak segan berbuat kriminal diakibatkan kecanduan judi yang berkedok game ketangkasan itu.

“Juga banyak pelajar, mahasiswa bahkan anak-anak terkontaminasi ikut bermain judi Game Zone,” kata Yogi yang merupakan mahasiswa pasca sarjana ini.

Ketua Umum PC IMM Asahan ini juga menyayangkan sikap jajaran pemerintahan dan aparat penegak hukum di Kabupaten Asahan yang diduga tutup mata serta membiarkan tanpa menangkap pemilik dan menindak lokasi permaiann tersebut.

BACA JUGA
1 dari 2

Adapun sebelum langkah berkirim surat tersebut, IMM Asahan pernah melakukan kajian melalui forum group diskusi pada bulan lalu terkait aktivitas perjudian di Asahan termasuk game zone, mengundang aparat penegak hukum, akademisi dan tanpa dihadiri perwakilan pemerintah daerah.

Kemudian, sebelumnya IMM juga telah melakukan aksi unjuk rasa di kantor Bupati, Kantor DPRD dan Kantor MUI Asahan pada tanggal 21 bulan Juni 2021 lalu meminta Pemerintah untuk menutup tempat-tempat judi berkedok game adu ketangkasan karena selain merugikan masyarakat game zone ini yang juga bertentangan dengan visi misi Religus yang digaungkan Bupati Asahan.

“Dan dari pantauan kami juga banyak pemain-pemain judi tersebut tidak pernah mematuhi protokol kesehatan di era covid 19 ini yang di khawatirkan bisa menimbulkan klaster baru korban yang terpapar Virus covid 19,” tegasnya.

Dengan surat tersebut, pengurus PC IMM Asahan berharap agar Kapolda Sumatera Utara bahkan Kapolri untuk turun tangan.

“Tutup perjudian Game zone yang berserakan diberbagai titik di Kabupaten Asahan serta menangkap pemilik serta oknum yang melindungi tempat perjudian Game zone tersebut,” tandasnya. (Edt01)

Berita Terkait
error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: