Merawat Nasionalisme Generasi ‘Zaman Now’

MITRAKITANEWS.COM – Dulu, dua dekade lalu, setiap perayaan hari kemerdekaan selalu saja semarak dilaksanakan perayaan seremonial, seperti perlombaan di kota hingga pelosok kampung, semua tampak antusias.

Sering terlihat warga kampung bergotong royong menghias gapura-gapura. Walau dengan keahlian seadanya, tak ada terujar kata lelah demi ikut berpartisipasi merayakan kemerdekaan.

Itu sekelumit gambaran kondisi menyambut hari kemerdekaan, sehingga tampak meriah bahkan melebihi semarak perayaan hari besar keagamaan. Perayaan kemerdekaan agustusan memang buat seluruh warga Indonesia tanpa memandang agama, suku dan ras.

Saat ini masih ada kegiatan-kegiatan serupa jika menjelang perayaan hari kemerdekaan Indonesia, tapi tak dapat dipungkiri kemeriahan itu tak seindah dulu. Jika dulu seremoni diiringi pengetahuan akan nilai-nilai perjuangan kemerdekaan, kalau saat mungkin saja hanya sebatas perayaan saja.

Jika ditanya satu persatu generasi zaman now, menurut dugaan pasti mereka lebih kenal siapa itu Atta daripada Haji Agus Salim, lebih kenal Awkarin dari pada Dewi Sartika.

Zaman modern yang ditandai dengan derasnya arus globalisasi membuat dunia tanpa batas, menuju suatu kebudayaan global yang melintasi jarak dan waktu lewat jaringan internet, telah menjadi tantangan besar dalam hal kesadaran berbangsa dan bernegara.

Gempuran budaya populer yang bebas, dapat diserap dengan media dan teknologi internet dan secara bebas leluasa hadir di tengah-tengah masyarakat kemudian berpotensi mendominasi serta mempengaruhi kebudayaan lokal.

Selain itu, permasalahan-permasalahan negara lainnya yang mengancam kedaulatan bangsa, khususnya pasca reformasi, seperti bermunculannya ideologi yang berseberangan dengan ideologi negara, belum lagi praktik-praktik intoleransi, serta konflik-konflik yang memicu perpecahan sesama anak bangsa.

Ancaman-ancaman yang lahir dari permasalahan diatas disinyalir karena mulai memudarnya rasa kesadaran akan berbangsa dan cinta tanah air, sehingga rasa nasionalisme tampak berkurang.
Nasionalisme yang merupakan suatu rasa kesadaran berbangsa, cinta tanah air yang diikat oleh senasib sepenanggungan sehingga terjalin persatuan, perlu selalu dipupuk agar terus berkembang.

Dengan demikian, generasi zaman now memiliki identitas nasional yang tak boleh dilupakan walau budaya global tak bisa dibendung lagi. Oleh karena itu, sangat penting untuk dapat meningkatkan rasa nasionalisme generasi zaman now, sebab memiliki pengaruh bagi perkembangan negara ini.

BACA JUGA
1 dari 13

Nasionalisme yang kuat memberikan efek semangat dalam turut serta memajukan negara. Dengan semangat nasionalisme yang tinggi permasalahan-permasalahan negara dengan mudah dapat terselesaikan tanpa harus ada perpecahan sehingga tercipta kemajuan nasional.

Indonesia merupakan bangsa yang besar dengan keanekaragaman suku dan agama. Terdiri dari lebih 16 belas ribu pulau dan lebih dari 700 bahasa daerah. Semua keanekaragaman itu dapat dibingkai menjadi satu sesuai dengan cita-cita para pendiri bangsa.

Bhineka Tunggal Ika sudah final sebagai simbol persatuan setelah merdeka. Kemerdekaan yang didapat dengan perjuangan, berhasil meruntuhkan ego masing-masing suku dan agama sehingga muncul kesepakatan nasional dengan lahirnya Indonesia. Jadi, Indonesia bukan milik satu golongan saja, tapi rumah bagi seluruh rakyat Indonesia.

Lihat bagaimana gencarnya kebudayaan K-Pop yang membuat Korea Selatan dikenal masyarakat dunia, sehingga memacu pertumbuhan di beberapa sektor ekonomi Korea Selatan. Perubahan zaman memang tak bisa dihindarkan. Difusi budaya yang ada di dunia dapat diambil sisi positifnya tanpa meninggalkan budaya lokal sebagai identitas jati diri bangsa Indonesia yang harusnya dibanggakan.

Dalam meningkatkan jiwa nasionalisme generasi zaman now bangsa Indonesia adalah dengan meningkatkan kualitas pendidikan Pendidikan merupakan media utama dalam membentuk karakter, sehingga jiwa nasionalisme yang tinggi dapat ditanamkan sedini mungkin melalui pelajaran di sekolah.

Disamping itu, pengenalan kembali identitas nasional yang dapat menjadi suatu kebanggaan bersama adalah instrumen yang kuat untuk mengangkat rasa kebanggaan dan rasa memiliki.
Menumbuhkan wawasan kebangsaan Indonesia yang mulai tampak memudar perlu untuk ditingkatkan. Kemudian generasi zaman now sangat membutuhkan sosok teladan yang dapat memicu rasa cinta tanah air. Pemimpin harus jadi panutan bukan berlomba menumpuk kekayaan.

Putra Mangaratua Siahaan, S.Sos
Koordinator Puskami (Pusat Kajian Masyarakat Independen)

(Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi Mitrakitanews.com)

Berita Terkait
error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: