Kapolrestabes Medan Bungkam Ditanya Kasus Pencabulan Terhadap Istri Tersangka

MitrakitaNEWS | Medan – Kapolrestabes Medan, Kombes Riko Sunarko bungkam saat ditanya perihal kasus pencabulan personel Polsek Kutalimbaru terhadap istri tersangka narkotika.

Bungkamnya Riko seolah-olah ada yang ditutup-tutupi terkait kasus pencabulan terhadap istri tersangka narotika oleh personel Polsek Kutalmbaru tersebut.

Padahal, tersiar kabar, hari ini, Kamis, (11/11/2021), para personel Polsek Kutalimbaru yang terlibat pencabulan dan pemerasan terhadap wanita hamil, istri dari tersangka narkotika itu disidang etik di Polrestabes Medan, Jalan HM Said No. 1 Kelurahan Gaharu, Kecamatan Medan Timur.

“Nanti, ya. Jangan di sini,” ujar Kombes Pol Riko usai koordinasi di Kantor Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Sumatera Utara (Sumut), JalanSei Besitang No. 3 Kelurahan Sei Sikambing D, Kecamatan Medan Petisah.

Kemudian, Kapolrestabes Medan yang hadir bersama dengan Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polrestabes, AKBP Sonny W Siregar, Pejabat Sementara (PS) Kasatresnarkoba, Kompol Rikki Ramadhan dan PS Kasatreskrim, Kompol Rafles Langgak Putra Marpaung langsung bergegas meninggalkan kantor Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Sumut.

Sama dengan Kapolrestabes Medan, PS Kasat Reskrim, Kompol Rafles Langgak Putra Marpaung yang ditanya perihal kasus pencabulan dan pemerasan oleh personel Polsek Kutalimbaru terhadap wanita hamil istri dari tersangka narkotika memilih bungkam.

Hal tersebut terlihat ketika sejumlah wartawan memanggil namanya untuk mengkonfirmasi kasus itu.

Namun, jangankan menjawab, menoleh para wartawan pun mantan Kasat Reskrim Polres Deliserdang itu enggan.

Bahkan, ia terkesan menghindar karena seolah tidak mendengar namanya dipanggil oleh sejumlah wartawan dan memilih naik ke mobilnya kemudian meninggalkan lokasi.

Sebelumnya, kasus ini berawal pada penggerebekan kediaman MU (19), Jalan Kapten Muslim Kelurahan Dwikora, Kecamatan Medan Helvetia pada 4 Mei 2021 silam.

Saat itu, petugas mengamankan suami MU, SM dan rekannya AS yang memiliki narkotika.

Kemudian, Bripka RHL menghubungi orang tua kedua tersangka untuk meminta uang sebesar Rp30 juta sebagai tebusan.

Sementara itu Aiptu DR mengajak MU, istri dari AS bertemu di hotel untuk membicarakan masalah suaminya yang terjerat narkoba. Di hotel itulah MU disebut-sebut dicabuli.

Selain pemerasan dan pencabulan, personel Polsek Kutalimbaru dalam kasus ini juga diduga menghilangkan barang bukti berupa 2 unit sepeda motor.

Bahkan, gara-gara kasus ini, Kapolda Sumut, Irjen Panca Putra Simanjuntak menyopot Kapolsek Kutalimbaru, AKP Hendri Surbakti dan Kanit Reskrim Ipda Syafrizal dari jabatannya. (rks)

Berita Terkait
error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: