Dugaan Menteri bisniskan Test PCR, Sekum PC IMM : Jika Terbukti Copot atau Mundur

MitrakitaNEWS | Asahan – Dugaan keterlibatan menteri Luhut Binsar Pandjaitan dalam bisnis test PCR yang terbilang mahal dan sulit dijangkau terus bergulir dan mendapatkan respon dari berbagai kalangan maasyarakat.

Hal ini mendapat sorotan dari aktivis mahasiswa salah satunya, Dea Ananda Putra Sitorus selaku Sekretaris Umum Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Lhokseumawe.

“Jika benar terbukti menteri apapun yang terlibat dalam bisnis tersebut harus dicopot atau mundur dari jabatannya, karena ini berkenaan dengan penyalahgunaan kekuasaan demi kepentingan pribadi,” kata Dea, melalui pernyataan tertulisnya kepada wartawan, Sabtu (6/11/2021).

Menurutnya, menteri merupakan pejabat negara yang harusnya memikirkan kepentingan masyarakat, tidak mengambil keuntungan dalam kesempitan yang diderita masyarakat akibat masa pandemi.

“Menteri itu pejabat negara, sangat disayangkan jika hanya memikirkan keuntungan pribadi yang menyengsarakan masyarakat, kekuasaan itu harus dipergunakan untuk kepentingan rakyat. Miris rasanya dimasa pandemi seperti ini, jika ada menteri yang menjadikan test PCR menjadi ladang bisnis, apalagi PCR menjadi persyaratan beberapa kepentingan administrasi,” tambahnya.

Ia juga meminta agar Luhut memberikan data terkait transparansi mengenai keuangan test PCR, agar masyarakat tidak bertanya tanya tentang isu isu negatif yang terlontar terhadapnya.

“Pak Luhut harus memberikan data keuangan yang transparan, agar isu ini dapat terpecahkan kebenarannya, masyarakat juga pasti bertanya tanya mengenai hal ini, apalagi Pak Luhut merupakan salah satu PT. Genomik Solidaritas Indonesia yaitu perusahaan yang menyediakan alat Test COVID-19, pasti ada kaitannya” tutupnya. (Per)

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: