Mahasiswa Aceh, Kurir 8 Kg Sabu Dihukum 18 Tahun Bui

MITRAKITANEWS.COM | Medan. Pengadilan Negeri Medan menjatuhkan putusan hukuman 18 tahun penjara terhadap Muhammad Khairul (21) seorang mahasiswa asal Aceh dengan hukuman 18 tahun penjara.
Putusan ini dibacakan Hakim Ketua Sayed Tarmizi, dalam sidang online di Ruang Cakra 3 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (24/6/2021).

“Menjatuhkan terdakwa Muhammad Khairul oleh karen itu, dengan pidana penjara selama 18 tahun denda Rp1 miliar subsider 4 bulan penjara,” ujarnya.

Putusan ini sama dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Septian, yang semula menuntut terdakwa dengan pidana yang sama (comform). Atas putusan ini, terdakwa maupun JPU, kompak menyatakan terima.

Mengutip surat dakwaan, pada 30 September 2020 terdakwa Muhammad Khairul diajak oleh Ibral (dilakukan penuntutan secara terpisah) disuruh untuk membawa 1 buah tas ransel yang didalamnya berisi 8 bungkus plastik teh cina berisi narkotika jenis sabu berat bersih 8.000 gram dari Kota Dumai ke Kota Medan untuk diserahkan kepada Rahmad M Nur (meninggal dunia).

BACA JUGA
1 dari 8

Jika sampai Kota Medan terdakwa dijanjikan uang sebesar Rp10 juta, apabila sabu tersebut telah diserahkan kepada Rahmad M Nur. Selanjuntnya, terdakwa bersama Ibral dan Rahmad M Nur berangkat dari Kota Dumai menuju Kota Medan dengan menaiki bus yang berbeda-beda.

Esok harinya sekira pukul 09.00 Wib, terdakwa sampai di Kota Medan, lalu Rahmad M Nur menyuruh terdakwa untuk menemuinya disalah satu warung untuk menyerahkan tas berisi sabu tersebut. Namun, saat terdakwa hendak menemui Rahmad M Nur, lalu datang 4 petugas dari Polrestabes Medan melakukan penangkapan terhadap terdakwa.

Setelah dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan 8 bungkus teh cina berisi sabu seberat 8000 gram, dari dalam tas ransel yang dibawa oleh terdakwa. (rks)

Berita Terkait
error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: