Lapangan Bola di Desa Ini Serasa Lokasi Latihan Tim Eropa

MITRAKITANEWS.COM – Lapangan dengan rumput yang terawat dan berpola ini tak ubahnya lapangan bola di Eropa ini ternyata ada disebuah desa di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Tepatnya di Desa Cigedang, Kecamatan Luragung, yang berjarak sekitar 20 kilometer dari pusat kota Kuningan.

Yang menarik, lapangan ini sebenarnya tidak berada di pusat perkotaan apalagi di dalam sebuah kompleks stadion. Lapangan ini terletak di sebuah desa. Lapangan yang diberi nama lapangan bola galuh pakuan ini memiliki pola garis-garis.

Meski rumputnya tidak begitu hijau, namun lapangan ini sangat rata yang menandakan perawatan rutin dilakukan oleh pengelolanya.

Lapangan Galuh Pakuan ini dikelola oleh para pemuda dari karang taruna Desa Cigedang. Kata mereka, lapangan ini baru saja dirapihkan usai menggelar turnamen antar RW disana.

“Ini baru dipakai turnamen antar RW jadi baru dirapihin, dipotong rumputnya, diratain lagi, garis-garisnya ditebelin lagi,” kata Aldi Alfian (20) salah seorang pengurus karang taruna Desa Cigedang dilansir dari laman detik Sabtu (5/6/2021).

Lapangan bola Galuh Pakuan ini semakin populer di Kuningan setelah karang taruna membentuk sebuah klub bernama Munding United serta membuat akun instagram. Melalui akun instagram itu, banyak pecinta sepakbola yang tertarik dengan Lapangan Galuh Pakuan.

Sayangnya lapangan ini belum berstandar internasional. Jika standarnya lapangan sepakbola memiliki panjang 100-110 meter dan lebar 64-75 meter, Lapangan Galuh Pakuan memiliki panjang 90 meter dengan lebar 61 meter.

Aldi juga menceritakan awal mula lapangan yang berdiri di tanah milik desa ini bisa seperti saat ini. Kata dia tadinya Lapangan Galuh Pakuan ini tidak memiliki pola sama sekali. Namun para pemuda disana ingin lapangan tersebut bisa seperti lapangan yang ada di Eropa.

“Ini kan rumput asli jadi kita potong pakai mesin. Kalau mesin kan ada ukurannya buat panjang rumput, jadi kita pakai ukuran 2 dan 3 supaya keliatannya bergaris gitu,” jelasnya.

Masih kata Aldi, semua biaya perawatan Lapangan Galuh Pakuan ini didapat secara mandiri dari hasil uang sewa lapangan. Karang taruna menyewakan lapangan ini dengan biaya Rp 150 ribu untuk sekali pertandingan.

Biasanya mereka yang menyewa Lapangan Galuh Pakuan adalah klub-klub lokal di Kuningan untuk menggelar pertandingan persahabatan. Namun tidak sedikit juga klub dari luar Kuningan yang ingin bermain disini. (edt01)

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: