Lagi, Dinkes Tangani Bayi “Berpenyakit Langka”

MITRAKITANEWS.COM, Maluku Utara – Nasib bayi berusia 1 tahun ini yang sempat viral di salah satu akun Facebook dengan dua lembar foto bayi yang digendong ibunya saat itu, akhirnya sampai di telinga Pemkab Pulau Taliabu, Maluku Utara, terutama Dinas Kesehatan.

Melihat kondisi bayi yang belakangan diketahui bernama Bilal dari pasangan La Muli dan Wa Muria, warga Desa Langganu, Kecamatan Lede. Kondisi memilukan untuk bayi tersebut, membuat Pemkab Pulau Taliabu, Maluku Utara, melalui Dinas Kesehatan akan menanggung beban pengobatan Bilal. Bahkan, Kuraisia Marsaoly selaku Kadis Kesehatan, telah memerintahkan kedua orang tua bayi tersebut untuk membawa bayinya ke RSUD Chasan Boesoerie Ternate.

”Kami telah memerintahkan kedua orang tua bayi untuk segera ke Ternate, dengan membawa Bilal untuk mendapat pengobatan berlanjut,” katanya.

Lebih jauh, Sia, sapaan akrab Kadis Kesehatan itu, menjelaskan kalau bocah berusia 1 tahun itu bermula dari infeksi pada hidung hingga terjadi pembengkakan di bagian hidung dan wajah.

”Menurut keterangan pihak keluarga bermula dari infeksi dan lama-lama membesar dan kini telah menutup bagian hidung dan pipi,” katanya.

Untuk itu, dirinya mengaku telah mendapat perintah dari Bupati Pulau Taliabu, untuk merujuk Bilal ke Ternate, dan semua biaya pengobatan itu sudah menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah melalui Dinas Kesehatan.

BACA JUGA
1 dari 23

”Saya berharap keluarga untuk fokus mendampingi pasien saja dan tidak usah lagi memikirkan administrasi, itu sudah menjadi tanggung jawab kami,” cetusnya.

Sia juga mengatakan bahwasanya pasien saat ini sudah dalam perjalanan menuju kota Ternate menggunakan kapal laut untuk mendapatkan pengobatan.

”Kondisi terkini belum diketahui, karena baru saja tiba di ternate dengan menggunakan salah satu kapal laut,” kata Kadis Kesehatan.

Dengan persoalan ini, mantan Kabag Humas dan Protokoler Setda Kepsula era AHM itu, meminta kepada masyarakat bila mempunyai bayi yang mengalami penyakit berbahaya seperti tumor dan lain-lainnya untuk segera menghubungi Dinas Kesehatan secara langsung atau dapat juga kepada dirinya agar dapat dilakukan pengobatan lebih lanjut.

”Kita minta kepada warga yang mengalami persoalan kesehatan pada anaknya agar dapat menghubungi dinas kesehatan jangan mempublikasi terlebih dahulu,” tandasnya. (Ach)

Berita Terkait
error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: