Keluarga Pasien Covid Rumah Sakit Columbia Medan Meradang

MITRAKITANEWS.COM | Medan -Gara-gara uang deposito sebesar Rp. 166 juta belum dipulangkan, keluarga pasien Covid-19 Rumah Sakit Columbia Asia Medan meradang.

Kekesalan itu disampaikan paman korban, Penggeng Harahap ketika ditemui di Medan, Kamis, (2/9/2021).

Apalagi, menurutnya, pihak rumah sakit menarik uang yang fantastis dari keluarga pasien Covid-19 itu.

“Almarhumah Ria Anjelina Siregar, 33 tahun istri keponakan saya, Hermansyah, warga Desa Pagaran Singkam, Padang-lawas Pagaran, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padanglawas Utara (Paluta), masuk Rumah Sakit Coloumbia Asia pada tanggal 27 Juni 2021 sebagai pasien Covid-19. Itu ditandai dengan surat yang ditandatangani keluarga dalam penanganan Covid-19,” ujar Penggeng Harahap.

Kemudian, lanjut dijelaskannya, dari kampungnya, memang pasien sudah dinyatakan positif Covid-19. Kemudian dibawa ke RS Colombia, dilakukan tes swab dan hasilnya juga positif.

“Kemudian dirawat selama 25 hari hingga akhirnya meninggal dunia pada 19 Agustus 2021. Semua proses ditangani sesuai standar penanganan Covid-19,” jelasnya.

Lalu, Penggeng mengungkapkan, setelah itu, pihak rumah sakit mengeluarkan tagihan biaya selama 25 hari perawatan awalnya sebesar Rp 448 juta. Namun, ada revisi biaya mencapai Rp 386 juta ditanggung pemerintah.

“Selama dirawat, keluarga dimintai uang deposit sebesar Rp166 juta sebagai jaminan ke rumah sakit. Namun, uang jaminan tersebut nantinya dipotong sebesar Rp87 juta untuk biaya non medis. Padahal setahu kita, namanya Covid-19 itu semua ditanggung pemerintah. Kan itu permasalahannya. Apapun tidak diperkenankan rumah sakit mengambil biaya dari pasien Covid,” ungkapnya.

Dengan adanya biaya ini, Penggeng menuturkan, pihak keluarga sangat kecewa dengan rumah sakit. Pasalnya, menurutnya, setiap pasien Covid-19 tidak dikenakan biaya selama masa pengobatan.

“Kami keluarga sangat kecewa sekali dengan biaya itu. Apalagi deposit keponakan saya yang sudah masuk sebesar Rp166 juta itu, uangnya dari hasil menggadaikan rumah di kampung,” tuturnya.

Untuk itu, kata Penggeng, ia dan keluarganya masih berjuang agar uang itu dikembalikan tanpa ada potongan sebesar pun.

“Kami minta uang itu dikembalikan. Harapannya seperti itu. Karena itu, pihak keluarga masih berjuang menyelesaikannya,” pungkasnya seraya menambahkan pihaknya telah menyurati Kemenkes dan Walikota Medan.

Terpisah, Humas Rumah Sakit Coloumbia Asia Novel yang dikonfirmasi mengaku pihaknya akan menggelar konfrensi pers terkait persoalan ini.

“Hari ini kita akan adakan press confrence terkait hal ini jam 15.30 di columbia asia lantai 1 tosca room,” tulis Novel lewat pesan Aplikasi WhatsApp. (rks)

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: