KBIH MANASIK BABUSSALAM Bimbing 110 Calhaj 2018 Praktek Manasik

MITRAKITANEWS.COM, Asahan – Praktek manasik haji KBIH BABUSSALAM Wukuf di Padang Arafah berlangsung khusyuk di Masjid Aljihad Kisaran, Minggu (01/04/2018).

Peserta Ustadz Masdar, Calon Haji (Calhaj) Tahun 2018 menyampaikan khotbah dengan pesan “Makna haji, Pertautan Antara Transformasi Diri Dan Perubahan Global”.

Wukuf di Padang Arafah, menurut pembimbing, Ustadz H. Raja Dedi Hermansyah merupakan rukun haji yang tak bisa ditinggalkan. Keniscayaan yang tidak dapat ditawar sehingga orang sakit pun dibawa ke Arafah lewat safari wukuf.

Di Padang Arafah, jamaah mengenakan kain tak berjahit laksana mayat yang akan menghadap Sang Khalik. Tak ada atribut lain, apalagi pangkat dan status sosial.

“Kita diingatkan akan kematian yang kita takutkan, kita lupakan, atau pura-pura lupakan. Kini saatnya kita jadikan hari ini sebagai momentum transformasi diri menjadi manusia lebih baik dan tidak melakukan kesalahan di masa datang,” urai Ketua Da’i Muda yang juga Wakil Sekretaris NU Asahan ini.

Haji mabrur dapat dicapai jika jamaah pulang meninggalkan perbuatan buruk di dunia dan mencintai akhirat. Harus ada perbaikan diri. Saat Eropa bersuara lantang tentang kemanusiaan, Nabi Muhammad SAW dalam khotbah Wada’ memancangkan tonggak kemanusiaan.

“Khutbah wada’ begitu menyentuh nilai kedamaian, menghargai sesama dan menumbuhkembangkan spirit kebersamaan,” jelas Raja Ustadz Muda Asahan.

Dalam keheningan wukuf, lanjut Raja, manusia hendaknya meningkatkan ketakwaan, menyadari tanggung jawab kemanusiaan, menghormati sesama, menjaga harmoni kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam praktek Manasik Haji ini diikuti sebanyak 110 calon jamaah haji yang Insaa Allah berangkat tahun 2018 ini dari KBIH MANASIK BABUSSALAM pimpinan Ustadz H. Raja Dedi Hermansyah, MM, MA. (RDH)

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: