Ini Kata Sejarawan Soal Patung Kuno yang Ditemukan di Labura

MitrakitaNEWS | Medan – Seorang petani di Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara (Sumut), menemukan sebuah patung yang diduga patung kuno saat membersihkan ladangnya. Sejarawan menduga patung itu merupakan arca bergaya Batak kuno.

“Arca ini bergaya Batak kuno, besar kemungkinan ini masuk jenis arca Pangulubalang yang dikenal dalam sistem kepercayaan tradisional di tanah Batak,” ucap Sejarawan Unimed Phil Ikhwan Azhari kepada wartawan, Senin (4/10/2021) dikutip dari laman detikcom.

Ikhwan mengatakan arca ini biasanya digunakan sebagai penjaga kampung. Warga, katanya, punya keyakinan arca ini dapat menangkal roh halus.

“Arca seperti ini berfungsi antara lain sebagai penjaga kampung dari gangguan roh atau gangguan makhluk halus lain. Jadi semacam penangkal kampung dan sering diletakkan di luar kampung,” tuturnya.

Ikhwan mengatakan daerah ditemukannya patung ini merupakan jalur lintasan Pelanggan Sira atau lintasan warga dataran tinggi mencari garam ke pesisir arah pantai. Ikhwan menduga di jalur lintasan ini dibuat kampung Batak.

“Diduga di lintasan jalur Pelanggan Sira itu didirikan kampung orang Batak dan di luar kampung diletakkan Arca Pangulubalang sebagai penjaga kampung dari gangguan makhluk jahat. Jalur Pelanggan Sira ini juga berkaitan dengan jalur rempah dari dataran tinggi ke pesisir,” jelasnya.

Sebelumnya, petani di Labura, Darpin Ritonga, menemukan patung yang diduga merupakan patung kuno. Patung itu ditemukan di lahan Darpin di Desa Meranti Omas, Kecamatan Na IX-X, Labura.

“Ya benar, ada patung yang ditemukan warga kita, atas nama Darpin Ritonga, di ladangnya sendiri pada tanggal 29 hari Rabu yang lalu,” kata Kepala Desa Meranti Omas, Baharuddin Sagala.

Baharuddin mengatakan Darpin menemukan patung ini ketika hendak menanam sawit di ladangnya. Setelah penemuan itu, Baharuddin mengatakan Darpin segera memberitahukan kepadanya.

Baharuddin mengungkapkan orang pertama yang melihat patung ini sebenarnya adalah istri Darpin. Ketika itu ada sedikit permukaan patung yang timbul di atas tanah.

“Sebenarnya yang pertama lihat itu istrinya. Terus istrinya bilang, ‘Bang itu kok kayak ada batu nisan, tanah kuburan,’ lalu digali lah sama Darpin, sehingga dapatlah patung itu,” kata Baharuddin.

Pemerintah setempat mengatakan bakal mengirim arkeolog untuk mengetahui secara pasti jenis dan asal-usul patung kuno tersebut. (det/Edt01)

Berita Terkait
error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: