Viral Sekelompok Remaja Tawuran Bawa Celurit, Supaya Apa ?!

MitrakitaNEWS | Surabaya – Sekelompok remaja melakukan aksi tawuran dengan membawa celurit dan cambuk viral di grup percakapan whatsapp. Aksi itu direkam dan videonya viral hingga meresahkan warga.

Dari dua video viral yang diamati detikcom, video berdurasi 30 detik dan video kedua 17 detik. Dua kelompok remaja semula itu saling berhadap-hadapan dan saling berbicara dengan nada keras.

Berikut fakta-fakta sekelompok remaja tawuran:

1. Aksi tawuran sekelompok remaja itu membawa senjata tajam berupa celurit dan cambuk terjadi di Kota Pasuruan, Jawa Timur.

2. Video berdurasi 30 detik, tampak beberapa remaja menunggu di bawah pohon dan duduk-duduk di atas motor dengan membawa cambuk. Lalu beberapa remaja lain datang dari arah berlawanan dan membawa senjata tajam celurit.

“Hei teko, teko woi (Hei datang, hei datang). Santai-santai woi,” teriak salah satu remaja.

Mereka saling melontarkan kata-kata dengan nada keras. Sejurus kemudian mereka duel dengan celurit.

2. Video kedua berdurasi 17 detik tampak seorang remaja mengalami luka dan berdarah di bagian kaki. Rekan-rekannya berusaha menolong korban yang memakai topi tersebut.

“Hei ewangi hei tulungono iki (Hei bantu hei ditolong,” teriak salah satu remaja yang terekam video.

3. Video tersebut diduga hanya untuk kebutuhan konten

BACA JUGA
1 dari 10

“Kami masih melakukan penyelidikan. Karena video itu untuk kebutuhan konten tawuran. Meski sudah 99 persen dipastikan itu pembuatan konten tawuran, tapi tetap harus dipastikan motifnya. Jadi keterangan pelaku penting,” kata Kasubbag Humas Polres Pasuruan Kota AKP Komaruddin Arif saat dikonfirmasi, dikutip dari laman detikcom, Rabu (17/11/2021).

4. Aksi tawuran itu dilakukan di Pemakaman Cina, Kelurahan Pohjentrek, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan

5. Polisi menemukan titik terang identitas sekelompok remaja yang sengaja merekam aksi tawuran membawa sajam.

“Pencarian (Identitas) sudah ada titik terang,” kata Komaruddin Arif.

Pihak kepolisian sudah mengantongi alamat dan identitas para pelaku. Namun Komaruddin tak berkenan merincinya lebih dalam.

“Untuk kepentingan penyelidikan tidak dibuka dahulu,” terangnya.

6. Video viral sekelompok remaja membawa celurit meresahkan warga. Polisi mengaku para pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Terkait sanksi, itu nanti kewenangan penyidik,” tandas Komaruddin. (det/Edt01)

Berita Terkait
error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: