Kemungkinan Gagal, Kemana Arah Dukungan JR-Ance Dialihkan??

MITRAKITANEWS.COM, Sumatera Utara – Setelah dua kali keputusan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) yang dikeluarkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) provinsi Sumatera Utara dan penetapan tersangka oleh Gakkumdu kepada JR Saragih, peta politik pada Pilgubsu di Sumatera Utara semakin tidak tentu arah.

Kejadian ini membuat kebingungan simpatisan JR-Ance untuk menentukan sikap dalam pemilihan Gubernur yang akan dilaksanakan pada bulan Juni 2018 nanti.

MitrakitaNEWS mencoba mencari informasi ke beberapa masyarakat simpatisan JR-Ance untuk arah dukungan apabila tidak dapat menjadi peserta pada Pilgubsu. Salah satu simpatisan, Frengki, warga Kelurahan Siumbut Baru, Kecamatan Kisaran Timur, Kabupaten Asahan ini mengatakan belum punya pilihan apabila JR-Ance gagal sebagai peserta Pilgubsu.

“Belum tahu bang, belum terpikirkan siapa yang dipilih nanti. Dari 2 paslon lain kita enggak gitu tau bang, karena Cagubnya enggak familiar, cuma Cawagubnya aja yang agak familiar, kalau JR-Ance memang familiar dan asli Sumut dan menetap di Sumut juga bang,” ungkapnya.

Sedangkan dari partai pendukung pasangan calon JR Saragih-Ance, sampai detik ini belum membuat sikap soal pengalihan dukungan pasca JR Saragih ditetapkan sebagai tersangka dan diberhentikan dari pimpinan Partai Demokrat Sumatera Utara.

BACA JUGA
1 dari 14

Wakil Sekretaris DPC Demokrat Asahan, Oman Lukmanul Hakim, mengatakan partainya belum menentukan sikap, masih menunggu hasil  keputusan resmi partai pengusung (Demokrat – PKB – PKPI) dan keputusan PTTUN.

“Soal Pilgubsu, kami belum menentukan sikap terkait pengalihan dukungan ke Paslon lain, saat ini kami masih menunggu hasil putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) terkait Keputusan KPUD Sumatera Utara menetapkan TMS kepada pasangan JR Saragih – Ance,” kata Oman melalui telepon seluler, Rabu (22/03/2018) malam.

Sebelumnya diberitakan JR Saragih – Ance sudah dua kali dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU)  Sumatera Utara. Masih hitungan jam, giliran Gakkumdu menetapkan JR Saragih sebagai tersangka pemalsuan surat, dan berselang tujuh hari  tepat pada tanggal 22 Maret 2018 giliran partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono memberhentikan JR Saragih dari tampuk kepemimpinan Partai Demokrat Sumatera Utara. (HS)

Berita Terkait
error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: