MUI Haramkan Uang Kripto

MitrakitaNEWS | Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengharamkan kripto. Ketua Komisi Fatwa MUI menjelaskan dua alasan yang membuat crypto haram.

“Pertama, dari unsur syar’i tidak memenuhi, kedua dari sisi komuni atau perundangan ini tidak ada keabsahannya. Sebuah mata uang itu kan harus disepakati negara,” kata Asrorun Niam, Kamis (11/11/2021) dalam sambungan telepon dikutip dari laman detikcom.

Ditanya apakah ada potensi kripto menjadi halal lagi setelah ada regulasi dari pemerintah yang membuatnya menjadi lebih sah di mata hukum, Asrorun mengatakan unsur gharar atau ketidakjelasan nilai membuatnya agak ragu mengenai hal tersebut.

“Posisinya sekarang masih gharar, berbeda dengan uang kertas. Itu kan ada kejelasan nilai. Bukan kertasnya yang dilihat tetapi nilainya,” sambungnya.

Sebelumnya, MUI mengatakan fatwa ini dalam Forium itjima Ulama yang berarti dihadiri oleh banyak ulama di seluruh Indonesia, termasuk juga komunitas, pondok pesantren sampai akademisi dari berbagai Universitas. Total, ada 700 ulama fatwa se-Indonesia. Selain diharamkan, MUI menekankan bahwa kripto tidak sah jika diperjualbelikan.

Tak cuma soal kripto, MUI juga membahas soal pinjaman online (pinjol), zakat saham, nikah online, sampai transplantasi rahim dalam itjima yang bertema ‘Optimalisasi Fatwa untuk Kemaslahatan Bangsa’. (det/Edt01)

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: