Kemenparekraf Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kreatif Melalui Workshop di Medan

MitrakitaNEWS | Deli Serdang – Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) terus mendorong kabupaten/kota menjadi kota kreatif. Untuk itu, secara serentak Kemenparekraf menggelar Workshop Pengembangan Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif ditiga lokasi di Kota Medan dan Deli Serdang, Senin (8/11/2021).

Dikatakan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno kegiatan ini sudah sesuai dengan komitmen dari Kemenparekraf dalam memberikan dukungan dan fasilitasi terkait pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia.

Total ada 25 kabupaten dan kota yang akan di dorong menjadi kota kreatif oleh Kemenparekraf melalui program pengembangan kabupaten kota kreatif ini.

Sandiaga berharap para peserta workshop ini nantinya bisa pengusaha kreatif yang nantinya bisa menggerakkan lokomotif ekonomi. Karena itu harus ada dukungan mendukung untuk meningkatkan penjualan dari produk-produk ekonomi kreatif tersebut.

“Karena dari produk-produk ini yang merupakan 97% menjadi lapangan kerja untuk masyarakat. Terutama pada masyarakar Deliserdang. Bila di Medan sendiri telah mengembangkan 17 subsektor ekonomi kreatif, dengan subsektor unggulan bidang kuliner.
Ini sangat membantu kekuatan ekonomi dan bisa menciptakan lapangan kerja dan tentunya membangun satu ketangguhan dari ketahanan masyarakat,” jelasnya pada wartawan.

Menurut Sandi, tidak ada kendala dalam KaTa Kreatif ini. Sebab pelaku UMKM perlu melakukan tiga kunci yakni inovasi, adaptasi dan kolaborasi.

“Kita lihat hari ini  inovasi dan adaptasi sudah dilakukan para pelaku ekomoni kreatif. Mereka melakukan kredit challege dan pemerintah daerah melakukan kurasi (pengawasan) dan akhirnya pemerintah pusat yang memberikan apresiasi,” jelasnya.

Sandi mengungkapkan saat ini event pariwisata bisa dilakukan dengan daptasi protokol kesehatan yang ketat dan disiplin. Juga, terintegrasi dengan aplikasi PeludiLindungi.

“Saya baru saja menyelesaikan bahwa arahan Presiden untuk event pariwisata bisa dilakukan tapi dengan syarat tanpa kerumunan dam berkoordinasi dengan satgas Covid-19 dan pemerintah daerah dengan panduan CHSE yakni penerapan protokol kesehatan yang berbasis pada Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan). Sebab masih ada ancaman varian delta yang sudah masuk di Malaysia. Kita tidak ingin masuk ke daerah kita. Maka saya minta masyarakat untuk hati-hati dan waspada,” terangnya.

Sebelumnya, workshop Pengembangan Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga digelar di Medan Club.

Wakil Wali Kota Medan, Aulia Rachman mengatakan, banyak program pemerintah pusat yang positif yang perlu diketahui dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sampai ke tingkat yang paling bawah. Workshop yang digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif salah satu program positif yang harus diketahui dan dirasakan oleh pelaku ekonomi kreatif di Medan.

“Banyak makna dan manfaat yang bisa diambil dari kegiatan ini,” sebut Aulia.

Karena itu, Aulia mengingatkan OPD terkait agar melakukan pemetaan dan pendataan secara faktual sehingga dapat diperoleh gambaran valid tentang pelaku ekonomi kreatif di ibu kota Sumut ini.

“Tidak hanya sekadar mencatat nama dan alamat, namun kita telisik apa yang dibutuhkan para pelaku ekonomi kreatif itu. Pemko Medan terbuka untuk berdiskusi dengan para pelaku ekonomi kreatif untuk lebih mengembangkan kemampuan menghadapi kekuatan ekonomi ke depan,” pungkasnya. (Edt01)

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: