Dulu Lokasi Rawan Narkoba, Sekarang Jadi Kampung Tangguh di Kota Kisaran

MITRAKITANEWS.COM | Asahan. Pemerintah Kabupaten Asahan bersama Polres mencanangkan lingkungan I Kelurahan Kisaran Naga Kecamatan Kota Kisaran Timur ditetapkan sebagai kampung tangguh anti narkoba.

Pencanangan ini merupakan upaya preventif dalam memberantas pengedaran dan penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Asahan, mengingat kawasan ini beberapa waktu lalu kerap dijadikan lokasi transaksi narkoba.

Pencanangan Kampung Tangguh dihadiri Bupati Asahan H. Surya , BSc, Kapolres Asahan AKBP Nugroho Dwi Karyanto, SIK, Kajari Asahan, Forkopimda, Kepala BNN, Camat dan Forkopimcam Kecamatan Kisaran Timur beserta tokoh agama dan masyarakat

Bupati Asahan H. Surya, menjelaskan pencanangan kampung tangguh sebagai bentuk Komitmen Pemerintah Kabupaten Asahan dalam mendukung upaya pencegahan peredaran narkoba di Kabupaten Asahan, tentunya dengan selalu bersinergi dengan jajaran Polres Asahan dan unsur Forkopimda.

“Kasus narkoba di Kabupaten Asahan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Hal ini perlu penanganan serius dari berbagai kalangan dan perlunya kesadaran masyarakat, Pemberantasan narkoba bukan hanya menjadi tanggungjawab Kepolisian Semata akan tetapi menjadi tanggungjawab kita bersama” ucap Bupati.

Bupati Asahan berharap keberadaan Kampung Tangguh Anti Narkoba dapat berkelanjutan dan semakin banyak di Kabupaten Asahan. Pencanangan ini tidak hanya selesai pada saat ini saja namun harus ada partisipasi dan ketangguhan masyarakat dalam pencegahan narkoba, warga harus mampu mensosialisasikan bahaya narkoba kepada generasi muda supaya bebas dari narkoba.

BACA JUGA
1 dari 5

Sementara itu Kapolres Asahan AKBP Nugroho Dwi Karyanto, SIK, dalam sambutannya menyampaikan tujuan pencanangan kampung tangguh untuk merangkul kerjasama antara masyarakat, stakeholder, dalam memerangi peredaran narkotika.

Kapolres juga menyampaikan akan bertindak tegas terhadap pelaku tindak kejahatan namun humanis terhadap masyarakat, tidak ada ruang sedikitpun bagi segala bentuk kejahatan narkoba.

Namun demikian, Kapolres juga mengakui bahwa keterbatasan sarana dan prasarana yang dimiliki polres Asahan utamanya di wilayah perairan menjadi salah satu pemicu masih banyaknya barang narkotika masuk ke wilayah Kabupaten Asahan.

Diterangkannya pada tahun 2020 sebanyak 299 kasus dengan jumlah tersangka 415 orang dan periode Januari Juni 2021 sebanyak 127 kasus dengan jumlah tersangka sebanyak 176 orang.

Barang bukti yang berhasil disita antara lain tahun 2020 ganja sebanyak 3.024,64 Gram, Sabu sabu sebanyak 3.417,09 Gram dan Ekstasy 443 Butir. Sedangkan Januari s/d Juni 2021 Ganja sebanyak 228,64 Gram, Sabu sabu 58.709,5 Gram dan Ekstasy 5.052 butir. (Edt01)

Berita Terkait
error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: