Cuma Rp 3 Ribu! Nasi Lemak Kamal Tanjungbalai Sebelum Corona Dijual Hingga Malaysia

MITRAKITANEWS.COM  | Tanjungbalai – Kulineran di Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara (Sumut) wajib mencoba nasi lemak Kamal yang legendaris. Warung nasi legendaris yang berlokasi di Jalan Julius Usman, Kelurahan Indra Sakti ini, telah ada sejak tahun 1978. Usaha keluarga ini turun dari generasi ke generasi.

Sebelum Corona menyerang, nasi lemak Kamal Tanjungbalai ini terjual setiap hari hingga ratusan bungkus ke negeri Jiran Malaysia, melalui kapal ferry cepat. Sebab jarak dari warung nasi ini hanya beberapa kilo meter saja dari Pelabuhan Internasional Teluk Nibung

Nasi lemak disini, bisa dibilang mirip dengan nasi uduk pada umumnya. Disebut lemak, karena nasi ini dimasak dengan santan membuat tekstur nasi menjadi gurih dan sedikit berminyak. Itu, belum lagi aroma wangi nasi karena disajikan khusus dengan balutan daun pisang.

Nasi lemak Kamal Tanjungbalai ini dijual seporsinya sengan harga Rp 3 ribu saja dengan pilihan lauk isian potongan ikan, udang, atau teri. Penikmatnya bisa memilih sesuai selera.

Biasanya kepada pengunjung yang datang, penjual nasi lemak ini akan menyajikan beberapa pilihan menu isian lauk. Saat dibuka, harum aroma wangi pandan di nasi sangat terasa dan menggugah selera.

“Kalau orang luar Tanjungbalai – Asahan yang makan kesini bilang ini nasi kucing. Karna porsinya sedikit. Tapi kami enggak mau menyebut ini nasi kucing. Kalau nasi kucing itu kesannya memang yang makan kucing,” kata Yuni, generasi ketiga Nasi Lemak Kamal Tanjungbalai saat diwawancarai wartawan, Minggu (20/6/2021).

Menolak disebut nasi kucing, karena keluarganya saat ini memang tidak berniat mencontoh sajian nasi kucing kulineran khas dari Johja itu karena porsinya yang sedikit.

“Memang dari dulu kami menjualnya porsinya sudah begitu. Tahun 1978 harganya sekitar Rp 50. Sampai sekarang jadi Rp 3.000. Jadi kalau orang orang bilang ini nasi kucing kami menolak. Ini nasi lemak,” kata dia.

Usaha keluarga turun temurun ini sudah sangat diingat oleh warga kota Tanjungbalai. Bahkan sebelum corona mendera, keberadaan Pelabuhan Internasional Penumpang Teluk Nibung di Kota Tanjungbalai menjadikan nasi lemak Kamal ini jadi semacam oleh oleh wajib warga Tanjungbalai di Malaysia.

“Biasanya dibawa untuk oleh – oleh sampai Malaysia, sebelum ada corona ini. Setiap pagi ada yang jemput dibawa naik kapal Fery. Ada langganannya di sana,” kata dia.

Salah seorang pengunjung, Bustami Cipit (45), salah seorang warga Kisaran Kabupaten Asahan mengaku selalu datang ke Tanjungbalai untuk makan nasi lemak disini.

Meski dengan porsinya yang sedikit dalam sekali makan ia bisa menghabiskan tiga hingga lima bungkus nasi. Cita rasa nasi yang tidak berubah membuat ia kerap mampir makan di lokasi kulineran Tanjungbalai yang melegenda itu.

“Sering juga makan disini. Kalau rasa sepertinya sudah belasan tahun mampir makan disini enggak pernah berubah. Nasi lemaknya gurih, enak. Apalagi ini ada kerang rebusnya juga segar – segar,” kata dia.

Nasi lemak Kamal Tanjungbalai ini buka setiap hari mulai jam 12 siang hingga pukul 8 malam. Selain bisa mencicipi nasi lemak yang gurih, pengunjung bisa juga menikmati sajian kerang rebus yang ditawarkan disana. Seporsi, cuma Rp 10 ribu dimakan dengan bumbu kacang bercampur sambal. (Edt01)

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: