Buron Pembalakan Liar Ingin Pulang Sendiri dari Singapura

MITRAKITANEWS.COM | Jakarta. Buron kasus pembalakan liar, Adelin Lis ditangkap ke Singapura dan akan dideportasi di Indonesia. Kejaksaan Agung (Kejagung) menyampaikan niat keluarga agar ingin Adelin tak terbang ke Medan, tapi ditolak Kejaksaan.

“Bahkan putra Adelin Lis menyurati Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara agar ayahnya diizinkan untuk pulang sendiri ke Medan dan akan datang ke Kejaksaan Negeri Medan,” ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksan Agung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, dalam keterangannya, Rabu (16/6/2021).

Pihak keluraga bahkan telah mempersiapkan keperluan untuk penerbangan dari Singapura ke Medan. Tak hanya itu, Leonard pun menyebut keluarga Adelin meminta agar Adelin ditahan di lapas tertentu.

“Adelin Lis bahkan sudah memesan tiket ke Medan untuk penerbangan 18 Juni 2021, padahal saat dijatuhi denda oleh Pengadilan Singapura meminta untuk dibayar dua kali karena mengaku mengalami kesulitan keuangan. Bahkan selanjutnya meminta agar bisa ditahan di Lapas Tanjung Gusta,” katanya.

Kejagung jelas menolak permintaan dari keluarga Adein Lis tersebut. Jaksa Agung Burhanudin pun meminta agar Adelin Lis dibawa ke Jakarta.

“Jaksa Agung RI Burhanudin menolak keinginan Adelin Lis karena penegakan hukum merupakan kewenangan mutlak Kejaksaan Agung. Burhanudin memerintahkan KBRI untuk hanya mengizinkan Adelin Lis dideportasi ke Jakarta,” ucapnya.

Seperti diketahui, Adelin Lis, ditangkap Pemerintah Singapura karena pemalsuan dokumen imigrasi. Jaksa Agung RI ST Burhanudin meminta untuk memulangkan dan membawa Adelin ke Jakarta usai aksi buron 10 tahun lebihnya tersebut.

“Jaksa Agung RI ST Burhanudin meminta untuk memulangkan buronan Adelin Lis dari Singapura ke Jakarta. Adelin Lis yang menjadi buronan lebih dari 10 tahun, tertangkap di Singapura karena memalsukan paspor dengan menggunakan nama Hendro Leonardi dan dihukum Pengadilan Singapura dengan denda $ 14.000 serta dideportasi dari Negara Singa,” ujar Leonard dalam keterangannya. (dtc/Ed01)

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: