Bilal Mayit Minta Walikota Medan Revisi Perwal Dana Jasa Pelayanan

MITRAKITANEWS.COM | Medan – Bilal Mayit meminta Walikota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution merevisi Peraturan Walikota Medan (Perwal) tentang Dana Jasa Pelayanan.

Hal itu terkait dengan pembatasan usia penerima dana jasa pelayanan (tali asih), khususnya bilal mayit dan penggali kubur di Kota Medan.

Ketua Bilal Mayit Kota Medan, Pusman mempertanyakan kebijakan Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution tersebut.

Pada Perwal Nomor 17 Tahun 2021 tentang Pemberian Dana Jasa Pelayanan Kepada Warga Pelayan Masyarakat, Bab I ketentuan umum, pasal satu poin ke 38 menyatakan usia maksimal penerima 60 tahun.

“Bilal mayit itu rata-rata usianya di atas 60 tahun,” ungkap Pusman, Sabtu, (26/6/2021)

Dijelaskannya, bilal mayit se-Kota Medan diperkirakan berjumlah 3 ribu orang kurang lebih. 60 persen di antaranya berusia di atas 60 tahun.

“Meski berusia lanjut, bilal mayit tetap energik dan mampu melaksanakan tugasnya,” jelas Pusman.

BACA JUGA
1 dari 4

Meskipun ini pekerjaan ibadah dan kewajiban fardu kifayah, sebut Pusman, dengan keluarnya Perwal tersebut, menjadi kekecewaan bagi komunitas bilal mayit dan penggali kubur.

“Kami memang tidak berharap mendapatkan tali asih. Tapi karena dari dulu Pemko sudah memberikan santunan, itu menjadi pendapatan lebih buat menghidupi keluarga,” sebutnya.

Menurutnya, tidak semua orang bisa menjadi bilal mayit. Karena menjadi bilal mayit itu, selain syarat yang diatur di dalam fiqih islam. Menjadi bilal mayit itu harus mampu menjaga rahasia atau aib dari ahli bait.

Kalau pun alasan Bobby ini bagian dari regenerasi, Pusman menyarankan, sebaiknya dilakukan pelatihan dan kaderisasi.

“Pertanyaannya, apa iya, banyak anak muda yang bersedia jadi bilal mayit,” ungkapnya dengan nada bertanya.

Selain itu, kata Pusman, hingga saat ini, terhitung Januari 2021 hingga Juni, bilal mayit, penggali kubur belum mendapatkan tali asih dari Pemko Medan. (rks)

Berita Terkait
error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: