Ancaman Baru Serangan Varian Corona

MIRAKITANEWS.COM – Kasus positif Covid-19 di Indonesia menyentuh angka dua juta orang, penambahan kasus harian mencapai 20.694 pada Senin, (28/06). Angka ini menjadikan Indonesia menempati urutan kedua di dunia terkait penambahan jumlah pasien Covid-19 dalam sehari.

Melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia memang sangat mengkhawatirkan. Pakar epidemiologi FKM Universitas Indonesia Pandu Riono memprediksi kasus Covid-19 di Indonesia akan terus mengalami peningkatan hingga tahun 2021.

“Dinamika penularan Covid-19 hanya dua faktor yang mempengaruhi, pertama perilaku manusianya, kedua karakteristik virusnya,” ujar Pandu dalam diskusi virtual yang di tayangkan di YouTube, Minggu (27/6/).

Para Ahli Epidemiologi juga mengungkapkan, lonjakan kasus harian Covid-19 yang mendominasi di Indonesia akibat masuknya varian Delta asal India yang memiliki daya tular cukup tinggi.

Ketua Satgas Covid-19 dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof. Zubairi Djoerban mengungkapkan transmisi cepat dari varian Delta bukanlah candaan.

Ia mengatakan kesimpulan tersebut berasal dari tracing yang dilakukan di Australia pada sebuah pusat perbelanjaan, Bondi Juncion Westfield Sydney, dimana sebuah rekaman CCTV menunjukkan dua orang yang berbelanja berpapasan dengan cepat tetapi tidak saling berkontak. Keduanya kini terinfeksi Covid-19.

“Para ahli disana menyelidiki penularan yang terjadi di Bondi Junction Westfield, sebuah pusat perbelanjaan, yang menunjukkan bagaimana cepatnya penularan varian Delta. Hal itu yang menjadi konsern para ahli, apalagi kejadiannya tidak terjadi sekali saja di sana,” tulis Ketua Satgas IDI di akun Twitter-nya @ProfesorZubairi, Jumat, (25/06).

Mengutip dari The Guardian, Covid-19 varian Delta diprediksi lebih mudah menular sebanyak 43 persen hingga 50 persen dibandingkan dengan varian Alpha dan Beta. Selain itu, varian Delta memiliki kemampuan besar menurunkan respons imun.

Penyebaran Virus Corona varian Delta yang tergolong lebih cepat dapat menimbulkan efek buruk. Khususnya potensi penambahan kasus yang kian melonjak dalam waktu singkat.

BACA JUGA
1 dari 613

Masuknya varian Delta ke Indonesia harus menjadi perhatian tersendiri. Sebab, varian ini memiliki tingkat durasi penularan yang jauh lebih cepat.

Dilansir dari Reuters, para ahli epidemiologi sebenarnya sudah lama meyakini bahwa jumlah penyebaran virus tersebut sebenarnya lebih banyak, namun karena kurangnya pengujian dan pelacakan kontak, menjadikan virus ini sulit terdeteksi.

Pemerintah harus segera menghentikan laju peningkatan kasus Covid-19. Selain pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro, penerapan kombinasi strategi 3T (Tracing, Testing, Treatment) sama pentingnya dengan penerapan perilaku 3M (menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak) ditambah percepatan vaksinasi kepada masyarakat harus di laksanakan secara masif.

Pemerintah saat ini juga sedang gencar melakukan vaksinasi, jika sebelumnya Presiden Jokowi menargetkan 1 juta dosis per hari, kini Presiden Jokowi berusaha mencapai 2 juta dosis pada Agustus nanti..

“Saya mengingatkan bahwa seluruh pihak tetap harus bekerja keras untuk mencapai target satu juta per hari. Vaksinasi harus terjaga sampai akhir Juli dan pada Agustus 2021 kita tingkatkan dua kali lipat yaitu mencapai angka 2 juta dosis  per hari,” ujarnya melalui video Pernyataan Presiden RI terkait Vaksinasi untuk Anak yang ditayangkan di YouTube, Senin (28/6).

Selain vaksinasi, Pemerintah juga harus dengan cepat merekrut tenaga kesehatan maupun medis, dibarengi penambahan fasilitas tempat tidur dan kamar di Rumah Sakit, melihat kejadian terakhir dibeberapa daerah mengalami kendala fasilitas Rumah Sakit

Langkah bijak yang bisa kita lakukan saat ini adalah mendapatkan vaksinasi Covid-19 sebagai upaya ilmiah untuk mencegah kolapsnya sistem kesehatan, daripada mengobati dengan kondisi gejala serius yang akhirnya menjadi beban tenaga kesehatan di Rumah Sakit. (Syahmi).

 

Berita Terkait
error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: